
KELAYANG, GORIAU.COM - Warga masyarakat Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) meminta Bakal Calon Gubernur Riau H. Jon Erizal, SE, MBA, untuk menggratiskan pendidikan dan kesehatan jika terpilih jadi gubernur nanti. Selain itu, mereka juga minta peningkatan pendapatan warga dan infrastruktur jalan.
Hal itu terungkap ketika Jon Erizal bersilaturrahmi dengan warga Desa Sei Pasir Putih dan Desa Simpang Kelayang, Kecamatan Kelayang, Inhu, Kamis (28/2) lalu. Tokoh masyarakat yang juga mantan anggota DPRD Inhu, Raja Achmad hadir dalam pertemuan di Simpang Kelayang. ''Kalau bisa Pak Jon, biaya untuk pendidikan dan kesehatan digratiskan, seperti Pak Jokowi di Jakarta,'' ujar tokoh masyarakat Desa Sei Pasir Putih, Arisman.
Arisman juga meminta Jon Erizal untuk meningkatkan pendapatan warga yang sebagian besar petani. Dengan harga kelapa sawit yang cenderung menurun, mereka kesulitan untuk menutupi biaya hidup. ''Perlu ada upaya lain untuk meningkatkan pendapatan kami,'' ujar tokoh masyarakat Jawa tersebut. Dia juga berharap jalan-jalan desa dan kecamatan yang belum diaspal untuk ditingkatkan jadi jalan aspal.
Sedangkan tokoh masyarakat Simpang Kelayang, Idrus mengeluhkan urusan akte kelahiran. Untuk mengurus akte kelahiran mereka harus melalui birokrasi berbelit-belit dan mengeluarkan biaya tinggi. ''Apalagi jika mengurus aktenya terlambat, maka akan semakin rumit,'' ujarnya. Dia juga mengeluhkan urusan KTP elektronik yang belum tuntas-tuntas.
Jon Erizal menampung semua keluhan dan harapan masyarakat Kelayang. ''Kita akan perhatikan masalah pendidikan dan kesehatan. Apa yang dibikin Pak Jokowi akan kita tiru demi kebaikan. Kalau bisa gratis, kita gratiskan,'' ujarnya. Soal akte kelahiran, katanya, tidak harus berbelit-belit dan berbiaya tinggi. ''Nanti kita lihat di mana masalahnya, akan kita perbaiki,'' tuturnya.
Begitu pula dengan peningkatan pendapatan dan infrastruktur jalan. Jon Erizal merasakan sendiri susahnya mencapai desa-desa di Rakit Kulim dan Kelayang, bahkan ada jalan yang putus. ''Infrastruktur desa akan menjadi perhatian kita, pemerintah provinsi dan kabupaten. Begitu pula dengan pendapatan masyarakat melalui usaha ekonomi desa,'' ujarnya. (rls)