PELALAWAN - Warga Desa Bukit Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, mulai menikmati dampak secara ekonomi setelah menerima program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) dari Sinarmas.

Ketua Lembaga Kusuma Abadi, Tuharno mengatakan, dengan adanya program DMPA setahun terakhir ini, warga desa mulai merasakan dampaknya secara ekonomi.

"Dari sisi ekonomi, dengan adanya program DMPA dari kolam ikan nila ukuran 4 x 6 meter dengan 4.000 bibit sudah mengasilkan sedikitnya 400 kilo," sebutnya.

Disebutkan Tuharno lagi, untuk meningkatkan nilai jual telur itik hasil ternak, warga mengolahnya menjadi produk olahan berupa telur asin.

"Kita sudah bisa produksi telur asin sendiri. Dengan diolahnya menjadi telur asin, maka otomatis harga akan meningkat," ujarnya.

Begitu juga ternak kambing, dari 40 ekor sekarang sudah menjadi 115 ekor. Namun Tuharno mengatakan, meskipun secara ekonomi dampaknya mulai dirasakan, program DMPA masih sebatas kegiatan sampingan warga.

"Meski sudah terlihat hasilnya, dari ternak kambing ini masih sebatas kegiatan sampingan. Untuk celengan," katanya, saat acara sukuran program DMPA Distrik Nilo di Desa Bukit Kesuma, Rabu (8/11/2017).

Imbuh Tuharno, secara keseluruhan anggotanya yang menerima ternak kambing sudah bisa merasakan manfaatnya dan dari hasilnya bisa digunakan membagun rumah. "Sekarang warga mempunyai kegiatan dengan adanya program ini," tutupnya.

Sugianto, mewakili management Sinarmas pada kesempatan ini mengajak seluruh anggota Lembaga Kesuma Abadi untuk ikut mensukseskan tahun 2018 zero hotspot (tidak ada titik api).

"Mari kita lanjutkan kerjasama ini, kita ingin menjadikan Desa Bukit Kesuma sebagai pilot projek kita. Tolong bantu kami agar tidak lagi terjadi kebakaran," ajaknya. ***