TAPUNG, GORIAU.COM - Warga Desa Bencah Kelubi, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, mengeluhkan belum tersedianya aliran listrik ke daerah itu. Akibatnya, aktifitas warga, termasuk proses belajar anak-anak di rumah, menjadi terhambat.

Demikian disampaikan tokoh masyarakat setempat, Nawawi Abdullah dalam silaturrahim dengan Bakal Calon Gubernur Riau H. Jon Erizal, SE, MBA di kantor Desa Bencah Kelubi, Minggu (31/3/2013) lalu.

Selain masalah ketersediaan listrik, warga juga mengeluhkan belum adanya bidan desa. Padahal, bidan desa sangat dibutuhkan untuk penanganan penyakit dan ibu-ibu melahirkan. ''Kami terpaksa ke luar desa yang jaraknya cukup jauh untuk berobat dan melahirkan. Kadang-kadang sudah mau keluar bayinya, terpaksa dilarikan,'' ujar Ibu Juma dengan dialek Kampar yang kental.

Tokoh muda lainnya, Khairul Amri mengatakan Desa Bencah Kelubi beberapa tahun lalu masih tertinggal. Maklum, untuk mencapai daerah yang berbatasan dengan Kota Pekanbaru itu harus memakai pompong (kendaraan air). Sebab, jalan menuju desa tersebut belum ada. Kini, jalan sepanjang 18 km sudah tersedia namun masih pengerasan.

''Tahun ini Insya Allah akan diaspal melalui proyek multiyears,'' ujarnya.

Khairul juga mohon bantuan Jon Erizal untuk mencarikan jalan keluar dari masalah lahan hutan. Maklum, masyarakat setempat lebih banyak bertani di kawasan hutan yang dilarang pemerintah. Padahal, masyarakat menganggap lahan tersebut merupakan tanah ulayat. ''Karena Pak Jon dekat dengan Menteri Kehutanan, mohonlah hal ini dicarikan jalan keluarnya,'' pintanya.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Jon Erizal menyatakan akan membicarakan masalah listrik dengan Bupati Kampar Jefry Noer dan pihak PLN. Sedangkan masalah bidan desa diserahkan kepada anggota DPRD Kampar Ir. H. Sahidin dan H. Yurjani Moga untuk membantu melalui Dinas Kesehatan. Sementara masalah kawasan hutan, katanya, akan dibantu melalui Menteri Kehutanan. ''Tolong saya diberikan data-data yang jelas agar ada bahan untuk dibicarakan dengan Pak Menteri,'' ujar Bendahara Umum DPP PAN itu.

Upaya seperti ini, menurut Jon Erizal, sudah pernah dilakukannya di Kabupaten Meranti. Waktu itu melalui Bupati Meranti Irwan Nasir, warga minta dilepaskan kawasan hutan untuk Hutan Tanaman Rakyat (HTR) seluas 800 hektar. ''Alhamdulillah diberikan izin oleh Menhut,'' ujar Jon Erizal. Upaya lain, tambahnya, dalam bentuk hutan desa. (rls)