PEKANBARU – Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Dr H R Muhammad Syafi’i, SH, M Hum, menekankan pentingnya implementasi asta cita dan pemanfaatan fasilitas kantor secara efisien dalam pembinaan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Senin (3/2/2025).

Dalam arahannya, Wamenag menyampaikan bahwa asta cita yang digagas Presiden dan Wakil Presiden mencakup pencegahan korupsi, keharmonisan lingkungan dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama.

"Kemenag memiliki peran strategis di tengah masyarakat. Saat ini, kita bekerja di bawah kepemimpinan yang didukung 80,9 persen rakyat menurut survei Litbang Kompas. Kemenag juga menjadi kementerian dengan tingkat kepercayaan publik tertinggi," ujarnya.

Selain itu, Wamenag menyoroti pentingnya efisiensi anggaran dan penggunaan sarana prasarana kantor secara bijak. Ia mengungkapkan bahwa beberapa kebijakan baru akan dituangkan dalam Surat Edaran (SE), seperti pembatasan kunjungan luar negeri kecuali untuk urusan haji, dan kewajiban perjalanan dinas dalam negeri menggunakan tiket kelas ekonomi dengan jumlah personel terbatas.

“Menteri Agama maksimal membawa lima orang, Wamenag empat orang, eselon I dua orang, dan eselon II tidak diperbolehkan membawa pendamping. Penjemputan dan pengantaran untuk kunjungan menteri atau wakil menteri dibatasi dua mobil rangkaian, sementara tim advans tidak perlu lagi dikirim untuk pengecekan lokasi kunjungan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan perlunya memaksimalkan rapat daring untuk mengurangi pertemuan tatap muka kecuali tanpa biaya perjalanan dinas, serta pemanfaatan fasilitas kantor untuk acara dan pertemuan tanpa menggunakan fasilitas berbayar seperti hotel. Penggunaan listrik dan air di kantor pun diatur hanya pada pukul 07.30–16.00 tanpa lembur.

“Semoga kebijakan ini dapat dilaksanakan dengan baik dan akan dievaluasi sesuai perkembangan ke depan,” tegas Wamenag.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Riau, Dr H Muliardi, MPd, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Wamenag. Ia menyebut pembinaan ini sebagai angin segar dalam meningkatkan kualitas SDM Kemenag Riau.

“Kami memiliki 45 ribu pegawai yang tersebar di 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Kehadiran Wamenag sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

Muliardi berharap ASN Kemenag Riau dapat lebih optimal dalam menjalankan tugas dan mendukung program-program prioritas pemerintah menuju Indonesia Emas 2045. ***