PEKANBARU, GORIAU.COM - Walikota (Wako) Pekanbaru, H Fidaus, sangat menyayangkan adanya penolakan peminjaman Wisma Transito di Jalan Adi Sucipto, untuk menampung sementara para imigran. Dia menilai, keberadaan imigran di Wisma itu akan dapat terkontrol.

"Kenapa rupanya dengan mereka, memangnya mereka itu virus, itulah yang keliru. Justru kan akan lebih mudah buat petugas kita mengontrolnya, karena mereka dalam satu lokasi tidak seperti sekarang," kata Wako Firdaus.

Ditambahkannya, ketakutan yang dinyatakan oleh Kesbangpolinmas Riau, seperti penyebaran faham menyimpang saat ini tidak terbukti. Sesuai dengan pembicaraannya bersama UNHCR beberapa waktu lalu, jika memang terbukti imigran melakukan pelanggaran pihak UNHCR sendiri yang akan menindaknya, bahkan kalau perlu akan dipindahkan dari Riau.

"Jadi, dicatat namanya, siapa itu orangnya. Jangan hanya isu-isu saja. UNHCR sudah minta pada kita, jika ada orangnya mereka siap untuk memindahkannya," sebut Firdaus.

Pemilihan Wisma Transito, jelas Firdaus pula, karena pihaknya melihat bahwa bangunan tersebut sudah lama terbengkalai dan tidak dipergunakan. Sehingga dengan ditempatkannya para imigran disana, diharapkan aset Pemprov tersebut dapat lebih bermanfaat dan tidak lapuk begitu saja.

"Selama ini bangunan itu menganggur saja, dan itu sudah lama. Kalau terus begitu tentu akan menjadi lapuk saja. Nah, jika kita letakkan mereka disana, tentu tempat tersebut dapat terjaga dan terawat," lanjutnya.

Jika Pemprov Riau tetap tidak bersedia meminjamkan Wisma Transito tersebut, Firdaus mengharapkan ada bangunan lainnya yang bisa digunakan. Hal ini ucapnya, karena Pemprov memiliki lebih banyak aset yang bisa dimanfaatkan.

"Kan banyak aset Pemprov itu yang belum dimanfaatkan. Kita harapkan dapatlah dipakai salah satunya, daripada imigran tersebut berserak-serak tidak manusiawi," pintanya.

Untuk itulah dia sangat mengharapkan kebijakan dari Plt Gubri, Arsyadjuliandi Rachman, menyikapi permasalahan imigran yang saat ini membanjiri Kota Pekanbaru.***