
PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan tidak akan mentolerir aksi vandalisme yang merusak fasilitas umum di Kota Pekanbaru. Pernyataan ini disampaikan menyusul coretan cat pada halte bus di depan Riau Creative Hub (RCH), Jalan Arifin Ahmad, yang baru selesai direnovasi.
Agung menyatakan keprihatinannya atas kerusakan fasilitas publik tersebut. Menurut dia, halte bus merupakan sarana umum yang dibangun untuk kepentingan masyarakat luas, sehingga wajib dijaga bersama.
“Masyarakat sudah resah dengan adanya kerusakan fasilitas umum. Itu bukan hanya milik pemerintah, tetapi untuk masyarakat, sehingga wajib kita jaga dan awasi bersama,” ujar Agung, Rabu (14/1/2026).
Ia mengatakan telah menerima laporan terkait aksi vandalisme tersebut dan telah menyampaikannya kepada Kapolda Riau. Agung menyebut Kapolda telah menginstruksikan jajarannya untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
“Saya sudah sampaikan ke Polda, dan Kapolda sudah menginstruksikan jajarannya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelakunya bisa tertangkap,” kata dia.
Agung menegaskan, pelaku perusakan fasilitas umum akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pemerintah Kota Pekanbaru, kata dia, akan bersikap tegas terhadap tindakan serupa.
“Ini peringatan. Kita tegas, jika ada yang merusak fasilitas umum, akan kita tindak sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru bergerak cepat membersihkan halte-halte yang menjadi sasaran vandalisme. Pelaksana Tugas Kepala Dishub Pekanbaru Masykur Tarmizi mengatakan pembersihan dilakukan atas instruksi langsung Wali Kota Pekanbaru.
“Tadi Pak Wali Kota memerintahkan kami untuk mengecek seluruh halte yang dicoret-coret akibat aksi vandalisme. Kami langsung menindaklanjuti dengan menyisir halte-halte yang ada,” ujar Masykur saat dihubungi, Selasa (13/1/2026).
Menurut Masykur, sejak siang hari tim Dishub telah membersihkan sejumlah halte di Jalan Arifin Ahmad, termasuk halte di depan RCH. Pembersihan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi permukaan halte.
“Mana yang bisa dicat, kita cat kembali ke warna dasar. Mana yang bisa dibersihkan, kita bersihkan pakai tiner. Alhamdulillah, halte-halte yang dicoret sudah kita benahi,” katanya.
Ia mengungkapkan, dari hasil penyisiran sementara, vandalisme tidak hanya terjadi di satu titik. Beberapa halte lain di Jalan Arifin Ahmad, seperti halte Sampoerna dan halte RCH, juga ditemukan mengalami coretan serupa.
Dishub Pekanbaru juga membuka peluang penambahan kamera pengawas (CCTV) di halte-halte sebagai langkah pencegahan. Namun, pemasangan CCTV akan dikoordinasikan dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Pekanbaru.
“Ke depan bisa saja kita tambah CCTV. Nanti akan kita koordinasikan dengan Dinas Kominfo karena pemasangan CCTV berada di bawah kewenangan mereka,” ujar Masykur.
Selain itu, Dishub telah menginstruksikan petugas untuk meningkatkan patroli dan pengawasan, terutama pada malam hari dan waktu-waktu rawan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah. ***