
DUMAI, GORIAU.COM - Sebagai kota yang terus berkembang, Dumai dahulu hanyalah merupakan perkampungan nelayan, Tempat singgah menunggu arah angin berubah untuk selanjutnya meneruskan perjalanan mengarungi lautan. Namun sekarang, Kota Dumai menjadi Primadona Pantai Timur Sumatera.
''Kota Dumai saat ini menjadi Primadona Pantai Timur Sumatera. Dan Kota Dumai telah menjelma menjadi kota dengan penduduk yang cukup heterogen, tidak kurang dari 16 suku bangsa mendiami daerah ini,'' ujar Walikota Dumai Khairul Anwar dihadapan Walikota seluruh Indonesia saat menyambut kehadiran peserta Rakernas Apeksi ke X tahun 2014 dalam acara Malam Ramah Tamah di Gedung Pendopo, Jalan Putri Tujuh Dumai, Selasa (20/05) malam.
Dikatakan walikota, masyarakat menjaga terjalinnya kerukunan antara sesama suku dengan membentuk suatu wadah yang berfungsi sebagai sarana untuk menjembatani segala persoalan yang mungkin terjadi, yaitu Lembaga Kekeluargaan dan Kerukunan Masyarakat Dumai (LKKMD).
''Alhamdulillah, sejak Sejak Kota Dumai terbentuk, tidak pernah ada kerusuhan antar etnis terjadi. Bahkan sebaliknya, semua suku berlomba untuk menjadi yang terdepan dalam partisipasi. Hal ini merupakan modal awal pembangunan dan investasi,'' kata Walikota.
Dijelaskannya, dari sudut pandang religi, penduduk Kota Dumai juga menganut hampir semua agama yang ada di Indonesia. ''Alhamdulillah, dari dulu hingga sekarang, tidak pernah terjadi gesekan-gesekan yang muncul dengan mengatasnamakan keagamaan. Masyarakat menjalin kerukunan hidup beragama secara alamiah, juga tidak terlepas peran dari Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) yang senantiasa memupuk toleransi dikalangan ummat. Satu lagi modal dasar atas pembangunan yang giat-giatnya kami gelar,'' jelasnya.
Kemudian, dari sudut pandang geografis pula, Kota Dumai memiliki letak yang sangat strategis, memiliki garis pantai lebih kurang 134 Km, dialiri oleh 15 sungai besar dan kecil dengan panjang keseluruhan berjumlah 222 Km, berhadapan langsung dengan salah satu selat yang paling ramai dilayari di dunia yakni Selat Malaka sehingga berbatasan dengan Negara tetangga, Malaysia, Singapura dan Thailand.
''Dumai telah berkembang pesat dengan pertumbuhan ekonomi tanpa migas mencapai 8,59 persen. Dari semua potensi yang dimiliki Kota Dumai, baik secara geografis, demografis, dan ekonomi, maka saya yakin bahwa kesiapan pemerintah dalam menghadapi Asean Economic Community Tahun 2015 sebenarnya telah memiliki pondasi yang cukup kuat,'' terangnya.
Lanjut Walikota, jika kesemuanya ini dirangkaikan pula dengan kerjasama yang erat dan saling mendukung serta saling mengisi diantara seluruh kota-kota yang ada di Indonesia, niscaya akan sepenuhnya siap dalam menghadapi Asean Economic Cummunity tahun 2015, sekaligus mampu pula mengambil keuntungan penuh dari pelaksanaan perekonomian se-Asia Tenggara tersebut.
Pada kesempatan itu, Walikota menyebutkan, setelah menempuh perjalanan panjang dan tentunya melelahkan, akhirnya peserta Rakernas Apeksi tiba di Kota Dumai ini. Kota kecil di pesisir timur Sumatera yang sejatinya tidak menawarkan eksotisme keindahan alam semula jadi, namun berlimpah dengan potensi pengembangan industri yang pastinya merupakan salah satu kunci menuju keberhasilan di era globalisasi.
''Inilah Kota Dumai. Kota dengan julukan Pengantin yang Berseri. Sedang giat dan menggeliat membangun diseluruh penjuru negeri. Menatap masa depan dengan keyakinan pasti,' tegasnya.
Kata walikota, negeri kami negeri Melayu. Maka tak heran jamuan Welcome Dinner malam ini sedikit merepresentasikan kuliner lokal. ''Bak kata pepatah orang tua-tua kita dahulu, mungkin jamuan kami kurang asam garamnya, mungkin pula kurang macam ragamnya sehingga tidak mengena di lidah para hadirin semua. Untuk itu, dengan kerendahan hati kami mohon maaf jika hal ini sampai terjadi,” tuturnya.
Atas nama Pemerintah dan Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah beserta seluruh masyarakat Kota Dumai, Walikota Dumai mengucapkan Selamat Datang kepada seluruh peserta Rakernas Apeksi tahun 2014 beserta Seluruh Rombongan.
''Kami merasa sangat tersanjung dan mengucapkan terima kasih atas kesediaan para Walikota dan hadirin semua untuk datang dalam rangka mengikuti seluruh rangkaian acara Rakernas Apeksi X di Kota Dumai. Kami menganggap pertemuan kita yang dimulai malam hari ini adalah suatu hal yang sangat penting dan akan memberi banyak manfaat bagi masyarakat Kota kita semua pada umumnya dan masyarakat Kota Dumai khususnya, terutama pemantapan koordinasi dan saling berbagi melalui mutual synergy dalam persaingan dunia yang semakin mengglobal,” sebutnya.
Terakhir Walikota berharap, perhelatan Rakernas Apeksi X tahun 2014 ini mendulang sukses untuk semua, baik Dumai sebagai Kota pelaksana dan bagi semua peserta yang nanti menikmati hasilnya.
''Semoga kota kita menjadi kota yang maju, modern, cemerlang, gemilang dan terbilang dan siap menyongsong Asean Economic Community 2015 Dan Welcome Dinner dalam rangka Rakernas Apeksi X Tahun 2014 merupakan Suatu momen yang sangat penting bagi pemerintah Kota se-Indonesia dalam membangun dan bersinergi satu sama lain guna mencapai kemakmuran,” tutup Walikota Dumai. (akid)