
PEKANBARU, GORIAU.COM - Wakil Gubernur Riau (Wagubri), H Arsyadjuliandi Rachman menghadiri sekaligus menjadi peserta dalam Forum Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), di Jakarta, Rabu (12/3/2014).
Forum yang menyajikan 'curhatan' sekaligus kritikan terhadap berbagai kebijakan Pemerintah Pusat ini dirangkum dalam tema Pembangunan Infrastruktur dan Pelayanan Transportasi, Pembangunan Sarana Pariwisata dan Ekonomi Keatif serta Pptimalisasi Bidang Perikanan.
Kritikan pertama datang dari Gubernur Jogjakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dirinya mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilai kontraproduktif. Dimana keinginan mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah, tidak dibarengi kebijakan yang nyata yang berpihak pada daerah.
"Kewenangan besar sampai saat ini masih menjadi milik pusat, sementara daerah hanya mendapat jatah UMKM saja. Kemudian bagaimana daerah bisa tumbuh, kalau semua dihabiskan di Jakarta," kata Sultan.
Hal senada juga disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya. Dirinya mengkritik kebijakan Pemerintah Pusat yang mentranfer dana alokasi umum (DAU) untuk NTT yang hanya dihitung berdasarkan daratan, sementara laut tidak dihitung.
"Wilayah lautan kami lebih luas dari daratan, demikian juga potensinya, jauh lebih banyak di lautan daripada daratan," tandasnya.
Kritikan selanjutnya datang dari Wakil Gubernur Banten, Rano Karno. Menurutnya, Pemerintah Pusat dinilai tidak peduli terhadap proyek pembangunan yang sudah dicanangkan di wilayahnya.
"Contoh dua proyek prestisius, yakni rencana pengembangan Pelabuhan Internasional Bojonegara dan Jembatan Selat Sunda, tapi oleh pemerintah terkesan ditelantarkan," ujar Rano.
Untuk Pelabuhan Internasional Bojonegara, pencanangan dan ground breaking sudah dilakukan sejak tahun 2003 oleh Presiden Megawati Soekarno Putri.
Sedangkan terkait proyek Jembatan Selat Sunda, Rano minta kejelasan realisasi proyek jalan tol yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera tersebut.Pasalnya tahun 2014, Pemerintah Pusat berencana melakukan ground breaking.
Diskusi dan penyampaian kritikan oleh sejumlah kepala daerah ini dilakukan ketika berlangsung diskusi round table yang dipimpin Ketua APPSI Syahrul Yasin Limpo.(rls)