JAKARTA, GORIAU.COM - Keberadaan organisasi lingkungan World Wildlife Fund for Nature (WWF) di Riau yang sudah hampir sepuluh tahun beroperasi sebaiknya dievaluasi sehingga karbon dan habitat yang masih tersisa di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) bisa dipertahankan.

"Kalau ada perkembangan atau dinamika baru, maka perlu dilakukan evaluasi tentang keberadaan WWF. Sehingga Riau mendapatkan sesuatu yang sepadan dengan perkembangan yang ada," ujar Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit, di Pekanbaru, Ahad (17/3/2013).

Mambang Mit menyatakan hal tersebut, terkait pernyataan Wakil Ketua Komisi IV DPR Firman Subagyo yang mengatakan bahwa TNTN yang dikelola secara kolaboratif dengan WWF tidak mampu mengatasi kerusakan hutan yang terjadi kawasan taman nasional itu.

Lebih lanjut wakil gubernur Riau mengatakan, melalui evaluasi, maka akan diadakan penelaahan lebih lanjut mengenai Taman Nasional Tesso Nilo yang hutannya telah punah setidaknya 46.960 hektare.

Evaluasi yang dilakukan mesti kongkrit, apa yang ingin dicapai atau diharapkan bagi pemerintah pusat dan Riau atas kerusakan hutan yang terjadi di Tesso Nilo yang setiap tahun terus terjadi.

Pihaknya tidak terlalu alergi dengan keberadaan organisasi ligkungan di Riau baik yang berasal dari dalam atau luar negeri, jika ada hal yang berkenaan segala sesuatu berbentuk kegiatan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

"Kami memang mengedepankan kepentingan nasional, akan lebih mengedepankan partisipan nasional dan berpikiran secara nasionalis. Tapi bukan berarti kami tidak berhubungan secara internasional dalam menelaah dan menerima masukan-masukan," katanya. (at)