SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Ratusan hektare hutan konservasi di desa Benteng Hilir Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak Provinsi Riau ludes terbakar. Kebarakan lahan tersebut sudah terjadi sejak Jumat (7/3/2014) malam.

Menurut Kepala Desa Benteng Hilir, Muhammad Rasyid hutan konservasi tersebut berada di wilayah konsesi PT. Eka Wana Lestari Dharma dan PT. Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP). Namun, berita terakhir yang diterima Rasyid, PT. RAPP menjadi sub kontraktor lahan PT. Eka Wana.

"Sebelah hulu, ini masuk Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Eka Wana, kalau hilirnya baru PT IKPP," terang Rasyid saat dijumpai GoRiau.com di lokasi kebakaran, Senin (10/3/2014). Sejak kebakaran melanda, dirinya bersama warga berbondong-bondong memadamkan api.

"Awalnya kami memadamkan api dengan peralatan seadanya," ujar Rasyid. Adapun alat yang mereka gunakan ganya dua buah mesin pompa air sejenis Robin.

Hambatan terbesar warga adalah sumber air. Dimana, parit yang membatasi antara hutan konservasi dan lahan warga kering kerontang. Beberapa warga berinisiatif untuk menggali sumur untuk mendapatkan air.

Sementara itu, alat berat dari Pemerintah Kabupaten Siak baru sampai di lokasi pada Sabtu (8/3/2014) sore. Ekskapator tersebut langsung menggali sumur yang lebih dalam di lahan yang bergambut itu. Jarak antara satu sumur dengan sumur yang lain sekitar 50 meter.

"Barulah petugas kebakaran bersama warga mengendalikan api dengan peralatan Damkar," jelas Rasyid.

Ketika Damkar dan bantuan dari PT Eka Wana datang, api sudah menjalar ke perkebuna sawit warga. Menurut Rasyid, sedikitnya 10 hektare kebun sawit ludes terbakar. "Untung saja ada alat yang buat sumur, makanya api di lahan warga bisa dipadamkan," ujarnya.

Hingga saat ini, warga masih terus melakukan penjagaan di lokasi kebakaran. Mereka tetap waspada supaya api tidak membesar dan kembali merembes ke kebun sawit. "Sudah tiga hari tiga malam kami tidak pulang-pulang, kalau makan diantar kesini," jelas Rasyid.

Masih menurut Rasyid, hutan konservasi memiliki panjang sekitar empat kilo meter dengan lebar lebih kurang 300 meter. Api sudah membakar lahan dengan panjang 2,5 km.

Berbicara mengenai asal usul api, Rasyid mengaku tidak tahu persis dari mana dan oleh siapa. Namun, ia menegaskan api berasal dari arah perusahaan PT Eka Wana.(san)