PEKANBARU, GORIAU.COM - Sekitar 20 orang massa yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Rokan Hulu (Himarohu) Riau, Kamis siang (24/10/2013) menggelar unjuk rasa di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau.

Mereka datang dengan membawa atribut seperti bendera dan kertas karton yang berisi tuntutan. Para demonstran ini terlihat gagah, layaknya para akivis di zaman reformasi. Mereka bersuara dengan lantang, walaupun megaphone yang mereka gunakan tidak berfungsi dengan baik.

Sementara itu, hampir 100 personil dari Kepolisian Resort Kota Pekanbaru sudah menunggu di pintu pagar Kantor KPU Riau sebelum massa datang. Sontak, kedatangan demonstran langsung mendapat hadangan.

Hampir satu jam, demonstran hanya diperbolehkan berorasi di luar pagar. Setelah adanya negosiasi antara massa dan pihak keamanaan, akhirnya mereka diperbolehkan memasuki halaman KPU Riau. Parahnya, mereka tidak diperbolehkan berada di lobi.

Dari pantauan GoRiau.com, sekitar 15 menit barulah dua orang Komisioner KPU Riau keluar menemui massa, yakni Lenna Farida dan Heriyanti Hasan. Mereka berdiri di koridor Kantor KPU Riau. Sementara itu, demonstran dipersilahkan untuk berorasi.

Sedang asik berorasi, Polisi yang berjaga meminta kedua Komisioner tersebut untuk masuk. Mungkin tidak tega melihat kedua ibu-ibu tersebut berdiri. "Ibu silahkan masuk dulu, biar saja orang ini orasi," pintanya.

Walaupun Lenna dan Heriyanti masuk, orasi sang orator tetap berjalan. Melihat hal ini, beberapa polisi yang bertugas tertawa. Dari perkataannya, seolah aksi ini sebuah lelucon. "Hehe..Biar tahu rasanya, kita biarkan saja mereka itu, sampai kapan sanggup, jangan kita aja yang diazabnya," gurau polisi tersebut.

Para polisi ini semakin tertawa melihat gelagat dan tingkah laku sang orator. Bagaimana tidak, ada yang jingkrak-jingkrak sambil orasi dan ada juga yang loyo dalam berorasi. Layaknya orang baca puisi.

Mendapat perlakuan seperti itu, massa mulai kehilangan kendali. Mereka memanggil dua komisioner untuk kembali keluar. Mereka mengatakan, komisioner pengecut karena tidak mampu menghadapi massa yang hanya berjumlah 20 orang. Kata-kata kasar pun mulai terlontar.

Akhirnya, Lenna dan Heriyanti menemui massa dan meminta untuk maju hingga di lobi. Tapi, massa menolak, mereka menginginkan Lenna dan Heriyanti untuk turun dan beridir bersama mereka."Kami minta ibu kesini," pinta Alman Suri selaku Korlap .

Ketegangan sempat terjadi antara demonstran dan pihak kepolisian, karena Polisi ingin massa memenuhi keinginan Komisioner KPU Riau. Kalimat-kalimat tak beretika kembali keluar. Akhirnya, Lenna dan Heriyanti memilih masuk. Tidak memberikan penjelasan kepada massa.

Berselang beberapa menit, massa membubarkan diri dan berjanji akan menggelar unjuk rasa secara besar-besaran besok pagi.(san)