TELUK KUANTAN, GORIAU.COM - Sejak beberapa hari terakhir, masyarakat Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuansing, Riau resah dengan aktivitas Galian C di sepanjang bibir Sungai Kuantan.

"Karena, bunyi mesin Dompeng memekakkan telinga. Kami yang bermukin di sekitar sungai terganggu dan susah istrahat," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada GoRiau.com, Sabtu (22/2/2014). Ia mengaku warga Lubuk Jambi yang tinggal di pinggir Sungai Kuantan.

Dijelaskannya, mesin Dompeng tersebut sudah berbunyi dari pagi hingga sore hari. Pipa Paralon yang digunakan berjejer tepat disamping turap. "Dari pagi, Dompeng itu sudah beroperasi, katanya menyedot pasir dan batu," ulas warga tersebut.

"Tapi, kalau batu dan pasir biasanya di tebing yang landai. Bukan tebing yang curam seperti saat ini," lanjutnya. Ia curiga Galian C tersebut dijadikan modus untuk Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

"Di sekitar Jembatan Lubuk jambi ini kita bisa menyaksikan banyaknya Dompeng tersebut," katanya.

Ia bersama warga lain sangat khawatir dengan kondisi Batang Kuantan saat ini. Ia tak bisa membayangkan apa jadinya jika tebing tersebut terus menerus dikuras. "Pastinya, tebing ini akan mengalami abrasi," katanya.

"Untuk itu, kami berharap pemerintah dan penegak hukum melihat, meninjau kemabli izin Galian C ini. Apakah memang sudah ada izin atau bagaimana. Kalau tidak ada izin, kenapa masih dibiarkan," harapnya.(san)