DUMAI - Buaya jenis muara yang berhasil dievakuasi oleh Tim BBKSDA Riau melalui Bidang KSDA Wilayah II Seksi Konservasi Wilayah IV merupakan milik almarhum Muhammad Imran. Buaya ini dirawat almarhum sejak tahun 1993 silam. Buaya ini pun mendapatkan panggilan sayang, yaitu Amat.

Sebagaimana diceritakan anak pertama almarhum, Aini kepada GoRiau.com, Rabu (4/5/2016), bahwa sejak dirinya lulus SMA tahun 1993, almarhum telah merawat Amat sejak masih kecil, sekitar 23 tahun silam.

"Waktu saya lulus SMA saja panjang Amat (buaya, red) sekitar 30 centimeter. Sekarang panjangnya sekitar 3 meter," ulas Aini sambil meneteskan air mata. Dirinya sedih karena Amat akan dibawa ke Kebun Binatang Kasang Kulim Kota Pekanbaru.

Setiap harinya, jelasnya, ia membeli ikan yang sudah membusuk di pasar sebesar Rp10 ribu. Setiap hari ia memberikan makan ikan busuk kepada Amat. Kesedihan dirinya terlihat saat evakuasi sedang berlangsung sampai selesai.

"Amat sudah seperti keluarga sendiri. Meskipun ia (buaya, red) merupakan binatang (jenis reptil, red)," ungkap Aini.

Kesedihan Aini dari pantauan GoRiau.com, memuncak saat Amat yang sudah diikat ditandu menggunakan kayu untuk diletakkan ke bak bagian belakang mobil tipe double cabin milik BBKSDA Riau.

Bahkan terlihat sejumlah masyarakat yang ikut mengabadikan Amat dengan cara memfoto, untuk terakhir kali melihatnya. Saat ini buaya tersebut dalam perjalanan ke Kota Pekanbaru dibawa oleh Tim BBKSDA Riau.***