
DURI - Masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), 28 murid SDS Cendana Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau ini sudah memiliki jiwa sosial yang tinggi. Mereka rela setiap hari menyisihkan sebagian uang jajan sekolah untuk disumbangkan kepada masyarakat miskin atau kurang mampu.
Kamis (28/4/2016) pagi sekitar pukul 10.00 WIB, siswa kelas 3C SDS Cendana Duri ini melakukan kegiatan bakti sosial (baksos) di Kelurahan Gajah Sakti dan Kelurahan Pematang Pudu. Uang jajan yang sudah terkumpulkan selama 3 bulan dengan nilai Rp 4 juta, sembilan paket sembako, sejumlah pakaian bekas layak pakai, buku dan peralatan sekolah, mereka antarkan langsung kerumah-rumah masyarakat.
"Kasian, mereka hidupnya miskin. Rumahnya saja terbuat dari papan, terus orang miskin itu kalau mau makan aja harus bikin sendiri. Orang tua Argi aja kalau mau makan bisa beli. Jadi kita harus membantu mereka," kata Argi dengan wajah polosnya saat bercerita kepada GoRiau.com.
Tidak hanya Argi, anak-anak lainnya juga antusias ingin menceritakan kegiatan yang baru mereka lakukan dilingkungan baru. Seperti Abidah yang bercita-cita menjadi dokter ini misalnya. Dia merasa sangat senang bisa membantu kaum dhuafa dan orang yang tidak mampu. Selain mendapatkan pahala, Abidah mengaku terpanggil jiwanya untuk melakukan kegiatan tersebut.
"Meskipun kami masih murid SD, tetapi kami sangat senang bisa membantu orang-orang yang susah. Disekolah dan dirumah diajarkan untuk saling membantu, Abidah tidak tau bagaimana rasanya tinggal dirumah papan seperti mereka, kasian gitu lihat mereka. Mereka tidak bisa membuat rumah mereka bersih dan heran juga kenapa dirumah mereka banyak sekali sampah," ujar Abidah yang membandingkan kehidupan keluarganya dengan keluarga yang mereka berikan bantuan.
Sementara Nazla mengaku pernah berkenalan dengan pengamen yang masih anak-anak saat di Pekanbaru, Riau. "Sedih kalau lihat anak-anak sebaya Nazla itu tidak sekolah. Apalagi seperti di Pekanbaru, pernah Nazla jalan sama abang, terus didatangi pengamen anak-anak. Waktu ditanyain kenapa ngamen, katanya disuruh bapaknya. Waktu ditanya dimana bapaknya, katanya lagi munum-minum dikedai. Kan kasihan ya, ga sanggup lihatnya. Makanya kami ingin membantu masyarakat kurang mampu, walaupun harus menyisihkan uang jajan kami," imbuh Nazla.
Fatih, Muhammad Habibie dan Hiro murid lainnya yang juga ikut mengungkapkan perasaannya setelah melaksanakan kegiatan Baksos tersebut. "Kami senang bisa membantu. Saat mereka membutuhkan uang atau sembako, kami datang kesana bersama orang tua dan guru disekolah. Kegiatan baksos kami adalah praktek dari pelajaran di sekolah," kata Fatih kepada GoRiau.com.
Wakil Kesiswaan Nova Yetti didampingi Wali Kelas 3C saat dikonfirmasi GoRiau.com mengenai kegiatan Baksos ini mengatakan, ide kegiatan merupakan dari orang tua murid yang tergabung dalam komite kelas. Dimana tujuannya adalah untuk menumbuhkan jiwa sosial pada siswanya serta melatih kepekaan sosial siswa terhadap lingkungan sekitarnya.
"Harapan kita dengan kegiatan tersebut, jiwa sosial siswa tumbuh dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terimakasih kepada orang tua murid yang sudah berpartisipasi mendukung kegiatan anak-anak kita diluar sekolah. Jika selama ini anak-anak diajarkan secara teori dalam pendidikan kewarga negaraan, kali ini kita praktekan di lapangan," kata Azizah.
Dari sisi orang tua murid, mengaku cukup bangga dengan niat tulus anak-anak yang masih SD ini namun sudah memiliki nilai kepedulian sosial yang tinggi. "Kita lihat sendiri bagaimana ekspresi wajah anak ketika melihat kondisi rumah orang yang mereka bantu, melihat kondisi fisik mereka dan banyak hal lainnya yang menjadi pertanyaan anak-anak setelah usai kegiatan tersebut. Disinilah peran guru dan orang tua untuk memberikan keterangan yang bijak, sesuai dengan pola fikirnya anak SD," kata Wita, salah seorang walimurid yang juga seorang Psikolog. (*/rha)