MAKASSAR -- Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial MM (41) di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, mengaku kepada suaminya menjadi korban penjambretan untuk menutupi perselingkuhannya.

Untuk meyakinkan suaminya bahwa ponselnya dirampas penjambret, MM nekat membuat laporan palsu ke polisi.

Kepada polisi, MM (41) mengaku menjadi korban penjambretan di wilayah Biringkanaya. Namun sandiwaranya terbongkar, karena ponsel yang disebutnya hilang sudah kembali ke tangannya tak lama usai dilaporkan ke polisi.

Dikutip dari inews.id, Kasubnit II Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Nasrullah mengatakan, cerita rekayasa MM ketahuan, sebab ponsel yang awalnya diselidiki ternyata dipegang kembali oleh pelapor.

''Diketahui MM ada bersama suaminya di rumahnya di Barru,'' kata Ipda Nasrullah di Kota Makassar, Sulsel, Ahad (4/4/2021).

MM dan suaminya berinisial AD akhirnya dibawa ke Mapolres Barru untuk dimintai keterangan. Ipda Nasrullah menyebutkan MM mengaku dirinya sebenarnya tidak dijambret. Namun ponsel itu diberikan ke pria selingkuhannya.

Ketika itu ibu dua anak ini sedang berpesta miras di sekitar Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya. Karena hubungan dia dan suaminya sedang renggang, MM pun berhubungan badan dengan pria idaman lain (PIL) berinisial JL, yang kemudian dipinjamkannya ponsel.

''Tidak sampai sebulan hubungannya, karena MM ingin kembali ke suaminya. Ponsel itu awalnya dipegang sama itu selingkuhannya (JL). Tapi sudah dikembalikan lagi,'' ujarnya.

Usai mediasi dengan petugas MM diarahkan untuk mencabut laporannya. Ibu rumah tangga ini pun tidak ditahan meski sudah dianggap membuat laporan palsu untuk menutupi aibnya.***