PEKANBARU – Kepala UPT Wilayah IV Dinas PUPR PKPP Provinsi Riau, Luthfi Hardi, membantah informasi yang menyebutkan anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan di wilayah kerjanya mencapai Rp46 miliar. Ia menegaskan, anggaran yang dikelola pihaknya pada tahun 2025 hanya sebesar Rp7,6 miliar lebih.

"Dari total itu, sekitar Rp3,3 miliar digunakan untuk membayar pekerjaan tahun sebelumnya atau tunda bayar. Jadi, anggaran yang benar-benar bisa digunakan hanya sekitar Rp4 miliar lebih," jelas Lutfi, Sabtu (17/5/2025).

Menurutnya, dengan sisa anggaran tersebut, belum memungkinkan untuk merawat seluruh infrastruktur jalan provinsi sepanjang 600 kilometer serta sejumlah jembatan di tiga kabupaten, yaitu Kuantan Singingi (Kuansing), Indragiri Hulu (Inhu), dan Indragiri Hilir (Inhil).

Meski begitu, UPT IV tetap berupaya menjaga agar seluruh infrastruktur tetap fungsional. "Kita berharap ada penambahan atau pergeseran anggaran. Yang jelas, kita berupaya semua infrastruktur tetap fungsional," ujarnya.

Saat ini, proyek besar yang sedang dikerjakan adalah pembangunan turap di ruas jalan Rengat–Kuala Cinaku. Proyek ini bertujuan menghentikan abrasi yang menggerus badan jalan dan jembatan. Turap dibangun menggunakan *site pile* sebagai penahan tebing sungai, dan kini memasuki tahap pemadatan tanah.

Selain itu, UPT IV juga memperbaiki Jembatan Sei Sekayan Deras di Desa Teluk Sungkai yang terdampak abrasi. Perbaikan dilakukan melalui pemasangan tiang pancang dan *sheet pile*, dan ditargetkan rampung dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

"Jembatan ini sangat vital. Kalau putus, jalur darat Rengat–Kuala Cinaku bisa lumpuh total," ungkap Lutfi.

Pemeliharaan jalan berlubang juga tengah dilakukan di beberapa ruas seperti Lubuk Kandis–Pangkalan Kasai, Simpang Iva–Lubuk Kandis, Air Molek–Simpang Japura, dan Cirenti–Air Molek.

"Khusus ruas Cirenti–Air Molek mengalami kerusakan parah akibat kendaraan *Over Dimension Over Loading* (ODOL). Kita berharap Bidang Bina Marga PUPR PKPP segera melakukan *rigid pavement* agar jalan ini lebih tahan lama," jelasnya.

Untuk ruas Air Molek–Simpang Japura sudah ditangani dan tinggal pengaspalan. Ruas Cirenti–Air Molek dan Lubuk Kandis–Pangkalan Kasai telah kembali fungsional. Sedangkan ruas Tembilahan–Kuala Saka akan ditimbun menggunakan material *quarry waste* dari Tanjung Balai Karimun. Diharapkan material tiba sebelum Idul Adha.

Sementara itu, jembatan yang direncanakan untuk diperbaiki berada di ruas Selensen–Kota Baru Bagan Jaya, Tembilahan–Enok, dan Sei Luar–Teluk Pinang–Kuala Gaung.

Lutfi menyebut, banyak keluhan dari masyarakat mengenai kondisi jalan dan jembatan. Pihaknya berkomitmen melakukan perbaikan secara bertahap sesuai skala prioritas.

"Kita berharap masyarakat bersabar. Tentu kita utamakan dulu mana yang paling penting dan mendesak," tutupnya. ***