PEKANBARU - 11 massa bertopeng satwa dari kumpulan Orang U-Friend, menggelar aksi damai di Bundaran Zapin, Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (14/9/2016) siang. Mereka menyerukan supaya pemerintah memperketat pengawasan senapan angin.

Mereka menilai hal itu penting untuk segera direalisasikan, lantaran kian maraknya kasus penembakan terhadap Orangutan, yang notabene satwa dilindungi. Menurut data organisasi ini, setidaknya ada 23 kasus sepanjang 2004 hingga Agustus 2016.

"Orangutan mengalami kondisi kritis, cacat permanen hingga kematian. Kecenderungan dalam berburu dengan menembak induknya untuk mendapatkan anaknya. Selanjutnya satwa tersebut diperdagangkan," kata Ana Neferia Zuhri, koordinator Centre for Orangutan Protection (COP).

Sebab itu, massa meminta agar kepolisian sebagai pemegang otoritas penuh dalam pengawasan peredaran senjata api dan senapan angin agar segera memperketat peredarannya. "Lakukan razia dan penegakkan hukum, karena banyak kasus penyalahgunaan senjata untuk berburu," beber dia.

Mereka juga meminta Kapolri, Jenderal Tito Karnavian supaya mengambil langkah tegas dalam penindakan penyalahgunaan senapan angin. "Sesuai peraturannya, senapan angin hanya digunakan untuk olahraga menembak sasaran di lokasi pertandingan dan latihan, bukan untuk berburu," lanjut Ana.

Uniknya, mereka mengenakan topeng Orangutan sebagai simbol perjuangan terhadap tuntutan ini. Hal serupa juga digelar serentak di 10 kota, antara lain Aceh, Palembang, Pekanbaru, Bandung, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya, Samarinda dan Palangkaraya.

"Alasannya hanya satu, dengan penegakkan aturan yang tegas dan berani, maka pembantaian satwa dengan senapan angin akan bisa ditekan," tukas Ana disela-sela aksi. Tak lupa, massa juga membawa berbagai foto-foto terkait perlakuan kurang etis terhadap satwa ini. ***