PEKANBARU - Angka pertumbuhan penduduk di Provinsi Riau tahun 2015, berjalan tidak seimbang dengan pertumbuhan ekonomi. Ini menyebabkan langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terseok-seok untuk mencapai kesejahteraan bagi penduduknya.

Menyikapi fenomena yang ada, Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman mengimbau Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau untuk turut memperhatikan dua faktor pertumbuhan tersebut. Yang mana, tingkat pertumbuhan penduduk harus seimbang dengan pertumbuhan ekonomi.

"Kalau pertumbuhan penduduk tidak ditekan, akan terjadi peledakan penduduk dan kita pun akan kekurangan lapangan pekerjaan. Terus, bagaimana kita mau mencapai kesejahteraan? Untuk itu, pertumbuhan pendudukan dan ekonomi harus dipantau," ungkap Andi Rachman Usai menghadiri puncak acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-23 tingkat Provinsi Riau di Gedung Dharma Wanita, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Rabu (14/9/2016) pagi.

Jika hal itu dibiarkan secara terus-menerus, Andi khawatir kesejahteraan masyarakat Riau akan semakin memburuk seiring dengan menurunnya pendapatan daerah. "Masyarakat harus diberikan pemahaman tentang keluarga berencana (KB). Selain itu, di daerah kita juga banyak imigran, mereka harus disosialisasikan juga," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Riau, Sisilita Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, bahwa peringatan Harganas kali ini mengedepankan keikutsertaan keluarga dengan mengangkat tema 'Keluarga Berkarakter, Indonesia Sejahtera'. Dimana, terciptanya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas ditentukan oleh kondisi keharmonisan di lingkungan keluarga.

"Harganas merupakan momentum pembangunan karakter bangsa untuk Indonesia lebih sejahtera. Keluarga sebagai unit terkecil menjadi wahana utama untuk menghasilkan SDM yang berkualitas," kata Sisilita. ***