
BUKITBATU, GORIAU.COM - Masyarakat kota Sungai Pakning, kecamatan Bukitbatu, kabupaten Bengkalis, Riau, saat ini sangat merasakan manfaat adanya program Pemkab Bengkalis melalui Usaha Ekonomi Kelurahan-Simpan Pinjam (UEK-SP). Terbukti, melalui program 'Goes To Pasar Ramadhan 2015', UEK-SP Perdana Mandiri Sejahtera (PMS) kelurahan Sungai Pakning memberikan pinjaman dengan total Rp91 juta untuk 54 pemanfaat. Dimana tiap tahunnya total pinjaman selalu meningkat.
"Program ini merupakan kreatifitas dari pengelola yang menjadi warna tersendiri yang belum ada dari UEK/D-SP lainnya di kecamatan Bukitbatu," kata Nana Pendamping Kelurahan UEK-SP Sungai Pakning, Kamis (18/6/2015) sore, dikantor Lurah Sungai Pakning.
'Goes To Pasar Ramadhan 2015' merupakan program CSR dari UEK-SP PMS kepada masyarakat, sebagai modal usaha berjualan di pasar Ramadhan, jelas Tribuana Ketua UEK-SP PMS Sungai Pakning kepada GoRiau.com. UEK-SP PMS juga memberikan kupon belanja gratis di pasar Ramadhan tersebut.
"Tahun 2014 lalu, pemanfaatnya ada 9 kelompok dan total anggota 50 orang. Total pinjaman Rp48.000.000, dengan masa pinjaman selama 1 bulan Ramadhan dan bunganya hanya 1 persen," ungkap Tribuana.
Untuk tahun 2015 ini, lanjut Tribuana, peminjam tetap ada 9 kelompok, hanya saja jumlah anggota bertambah menjadi 54 orang dan total pinjaman yang diberikan UEK-SP PMS sebanyak Rp91.000.000. Jumlah nominal peminjam pun bervariasi, jika dibawah Rp500 ribu tak dikenakan bunga. Jika peminjaman diatas Rp500 ribu, hanya dikenakan bunga sebesar 1 persen untuk 1 bulan.
"Total peminjam Rp500 ribu ada 11 orang dan peminjam diatas Rp500 ribu ada 43 orang," pungkasnya.
Sementara itu Lurah Sungai Pakning Acil Esyno SSTP MSi, sangat mendukung adanya program UEK-SP PMS 'Goes To Pasar Ramadhan 2015'. Adanya program ini, dapat membantu masyarakat mendapatkan modal usaha berjualan di pasar Ramadhan Sungai Pakning. Dimana tahun ini merupakan tahun ketiga, sejak 2013 lalu.
"Alhamdulilah, melalui program ini, kita bisa membantu masyarakat yang ingin berjualan selama bulan Ramadhan. Meskipun hanya berjualan makanan dan minuman bukaan puasa, untuk mereka bisa melebihi total pinjaman selama 1 bulan. Sejauh ini tak pernah ada yang menunggak, bahkan ada yang baru 1 minggu berjualan sudah bisa mengembalikan modal usahanya," tutup Acil Esyno kepada GoRiau.com.(ric)