PEKANBARU, GORIAU.COM - Unjuk rasa ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Pekanbaru, Senin (21/9/2015) di depan kantor Gubernur Riau memanas. Mereka melakukan aksi bakar ban bekas serta menggantung tiga replika pocong dari Presiden Joko Widodo, Menkes Rina F Moeloek dan Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman.

Aksi bakar ban bekas itu dilakukan sebagai bentuk kekesalan pengunjuk rasa karena tidak digubris Pllt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman. Ban bekas ini sengaja dibakar persis di depan pagar kantor Gubri, sehingga membuat hitam sebagian pagar yang awalnya berwarna putih.

Usai membakar ban bekas, mahasiswa juga menggantung tiga replika pocong bergambar Presiden Joko Widodo, Menkes dan Plt Gubri, di pagar tersebut. Setelahnya, massa bergerak ke Bundaran Tugu Zapin untuk menyuarakan aksi serupa. "Mana pemerintah. Kenapa kalian bersembunyi dari kami," teriak koordinator aksi.

Akibat aksi bakar ban ini, asap hitam pun membumbung tinggi. Tampak belasan personil Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Riau dan polisi langsung berupaya memadamkan api dari ban bekas tersebut. "Biar kalian (pemerintah) rasakan, betapa asap sudah sangat menyesakkan bagi kami," sebutnya lagi.

Setelah puas melampiaskan kekesalan di depan Gerbang Kantor Gubernur Riau, massa lalu melakukan aksi menggantung replika tiga pocong itu di Bundaran Zapin. Aksi ratusan mahasiswa ini tak pelak membuat ruas Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru macet. Hingga berita ini diturunkan, aksi demo masih berlangsung. (had)