TELUKKUANTAN – Ratusan guru yang lulus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun 2021 mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau (29/6/2022) pagi. Mereka menuntut kejelasan SK yang sampai saat ini tak kunjung diberikan oleh Pemerintah Daerah Kuansing.

"Kami ingin kejelasan, kenapa tidak juga diberikan SK kami. Teman-teman daerah lain sudah dapat," ujar Junaidi, koordinator guru PPPK saat rapat dengar pendapat dengan DPRD Kuansing.

Rapat dengar pendapat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kuansing, Adam Sukarmis. Sedangkan dari unsur eksekutif hadir  Plt Kepala BKPP Kuansing, Marwan dan Plt Kepala BPKAD Kuansing, Andi Zulfitri serta Plt Kepala Disdikpora Kuansing, Masrul Hakim.

Menurut Junaidi, ada 658 orang guru yang lulus PPPK tahun 2021. Mereka sudah beberapa kali mencoba mendatangi BKPP dan pemerintah mengenai kejelasan SK. Dalam beberapa pertemuan dengan Plt Bupati Kuansing, mereka dijanjikan akan menerima SK secara serentak.

Tuntut Kejelasan SK, Ratusan Guru PPPK Datangi DPRD Kuansing

"Kami minta, SK ini sudah diserahkan paling lambat 1 Juli 2022," ujar Junaidi. SK tersebut sangat penting, mengingat Juli 2022 merupakan awal dimulainya tahun ajaran baru 2022-2023.

"Di antara kami, ada beberapa orang yang sudah tidak lagi diberikan jam mengajar di sekolah induk, karena mereka lulus di sekolah non induk," ujar Junaidi.

Kemudian, ada juga guru yang telah memiliki sertifikasi pendidik dan dengan SK PPPK bisa menambah pendapatan. Di sisi lain, ada guru yang mengikuti proses PPG. Karena tak punya SK PPPK, mereka terhambat mendapatkan sertifikasi pendidik.

"Kami sudah beberapa kali mempertanyakan perihal SK, mulai dari BKPP hingga sampai ke Plt Bupati Kuansing," ujar Junaidi. Dalam pertemuan itu, Plt Bupati Kuansing berjanji akan memberikan SK pada Juni dan paling lambat pada Juli 2022.

Ternyata, Pemkab Kuansing mengangkat PPPK secara bertahap. Untuk tahap awal, Pemkab Kuansing memberikan pembekalan untuk CPNS dan PPPK kesehatan sebanyak 7 orang. Kemudian, PPPK Guru akan diberikan SK-nya pada tahap selanjutnya.

"Kalau masalah anggaran, kami tidak paham. Kami hanya minta, SK kami diberikan. Itu yang penting," tegas Junaidi.***