PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Dua kantor milik Pemkab Pelalawan Riau yaitu Kantor Disnaker dan Kantor Ketahanan Pangan (KKP), akhirnya tidak mendapat aliran listrik. Pasalnya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata sebagai penyedia jasa sudah memutus jaringan listrik terlalu lama menunggak pembayaran.

Pemutusan dilakukan Kamis (25/4/2013) lalu. Kantor Disnaker yang dulu merupakan Kantor Badan Ketahanan Pangan (BKP) menunggak pembayaran Rp 85 juta dan Kantor Ketahanan Pangan yang dulunya kantor BKPM menunggak Rp20 juta. Bukan cuma itu, empat (4) rumah dinas di perkantoran Bhakti Praja pun jaringannya juga ikut diputus.

"Saat ini, tunggakan pelanggan BUMD sudah mencapai Rp 2 Miliar. Sebanyak Rp 1 miliar tunggakan pelanggan umum terutama yang di Pangkalan Kerinci dan Rp 1 miliar lagi merupakan tunggakan Pemda,'' terang Plt. Direktur BUMD Tuah Sekata, Yumardi.

Yumardi mengatakan bahwa selama ini pihaknya telah memberi batas waktu yang panjang. Apalagi tunggakan ini angkanya sudah cukup tinggi, sementara di sisi lain daya juga pihaknya membeli.

"Jadi kalau tunggakan terus melonjak maka tentu kondisinya kita semakin parah," tegasnya.

Disinggung soal aksi yang dilakukan pihak BUMD memutus jaringan di 2 kantor dan 4 rumah di Perkantoran Bhakti Praja, Yumardi menegaskan bahwa ini dilakukan semata-mata untuk melakukan pembenahan dini sebelum lonjakan tunggakan semakin meningkat.

"Tunggakan Pemda itukan terdiri dari lampu jalan, lampu taman, rumah dinas dan kantor," katanya.

Ditambahkannya, karena itu untuk tunggakan pelanggan umum maka dirinya meminta agar masyarakat dapat menyelesaikan tunggakannya di Kantor BUMD Tuah Sekata. Karena bagian pemutusan dalam waktu dekat akan turun ke lapangan untuk melakukan pemutusan jaringan listrik.

"Untuk pemutusan jaringan bagi pelanggan umum dalam waktu dekat akan segera kita lakukan. Kita akan cari waktunya yang pas nanti," tutupnya. (ilm)