PEKANBARU, GORIAU.COM - Tujuh dari total delapan orang awak kapal Tangker Joaquim yang disekap dan jadi korban lima perompak, diketahui berkewarganegaraan Indonesia. Mereka berhasil diselamatkan oleh Lanal Dumai dan Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Bengkalis, saat kapal terombang ambing di radius tiga kilometer di perairan Bengkalis, Riau.

Direktur Polisi Perairan (Dirpolair), melalui Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo menguraikan, total delapan orang awak ini informasinya sebagian sudah dievakuasi ke Kota Dumai, Riau. Sementara satu orang yang bertugas dibagian Cargo dievakuasi dengan helikopter Police Diraja Malaysia, karena mengalami luka di bagian kepala.

Informasi yang dirangkum GoRiau.com, Senin (10/8/2015), identitas mereka adalah Nosu Jhon dumendehe (58) selaku nakhoda, warga Sangir, Sulut. Sedangkan enam orang Anak Buah Kapal (ABK) bernama Saiful Aripin (35) warga Flores, Tiban Sekupang. Parma sembiring (32) warga asal Medan. Kairul Aman (40) asal Gresik. Aman girsang (58) asal Medan dan Budi Santoso (30) warga asal Sulsel, serta satu orang petugas Cargo bernama Sem.

Delapan orang itu, disekap lima perompak yang naik melalui sisi kiri kapal tangker. Usai itu, mereka dikumpulkan di mes home dan di kunci. Awak kapal itu tak berani melawan lantaran diancam dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam. Beruntung mereka lolos dari jendela kapal dan langsung menghubungi Police Malaysia.

kapal Tangker bernama lambung Joaquim yang dalam perjalanan dari Tanjung Pinang, Kepri, menuju Langkawi Malaysia, jadi sasaran lima orang perompak saat berada di wilayah hukum negara Diraja Malaysia. Kapal katanya mengangkut minyak Mentah 3.500 Metrik Ton senilai 700 ribu dolar US. (had)