JAKARTA – Setelah dua dekade bersama Liverpool, Trent Alexander-Arnold resmi mengucapkan selamat tinggal. Pemain jebolan akademi ini memilih untuk tidak memperpanjang kontrak yang akan habis pada akhir musim 2024/2025, dan disebut-sebut siap berlabuh ke Real Madrid.

“Trent dan Liverpool telah sepakat untuk berpisah di akhir musim ini,” tulis pernyataan resmi klub. Kepindahan ini mengakhiri perjalanan panjang bek kanan itu, yang sudah mempersembahkan berbagai trofi bergengsi untuk The Reds.

Trent bergabung dengan Liverpool sejak usia enam tahun dan mencatat debut tim senior pada 2016 di usia 18 tahun. Sejak saat itu, ia menjelma menjadi bek kanan utama klub, mengoleksi 352 penampilan, 23 gol, dan 92 assist di semua kompetisi. Ia turut membawa Liverpool meraih dua gelar Liga Inggris, satu Liga Champions, dan sejumlah trofi domestik lainnya.

Namun, keputusan untuk tidak memperpanjang kontrak memicu reaksi beragam dari penggemar. Sebagian mengapresiasi kontribusinya, sebagian lain merasa kecewa karena Trent memilih hengkang secara gratis, tanpa memberi kompensasi transfer bagi klub yang membesarkannya.

Kepada media klub, Trent mengaku butuh tantangan baru. Meskipun Liverpool menawarkan perpanjangan kontrak dengan gaji tertinggi bagi seorang bek di dunia, sang pemain diyakini telah menjatuhkan pilihan pada Real Madrid.

Langkah ini disebut sejalan dengan ambisi pribadinya untuk menjadi bek sayap pertama yang meraih Ballon d’Or. “Saya percaya saya bisa. Target utama saya adalah memenangkan Ballon d'Or,” ujar Trent dalam wawancara terdahulu bersama Sky Sports.

Real Madrid memang dikenal sebagai klub yang banyak mengantarkan pemainnya meraih Ballon d’Or. Jika resmi bergabung, Trent akan menyusul jejak eks Liverpool seperti Steve McManaman, Michael Owen, dan Xabi Alonso yang lebih dulu berseragam Los Blancos.

Legenda Liverpool, Jamie Carragher, menyatakan kekecewaannya atas keputusan sang pemain. Namun ia juga memahami godaan besar yang ditawarkan klub sebesar Real Madrid. "Saya kecewa karena dia pemain lokal, tapi saya mengerti jika ambisi pribadi berbicara," kata Carragher.

Trent bukanlah Steven Gerrard, bukan pula Francesco Totti. Ia adalah simbol baru yang memilih jalan berbeda. Entah akan dikenang sebagai legenda atau dianggap pergi terlalu cepat, sejarah akan menilai perjalanannya sendiri. (ant)