
PEKANBARU - Kemunculan titik panas atau hotspot di wilayah pulau Sumatra masih menunjukkan angka yang tergolong tinggi. Berdasarkan pantauan satelit pada Senin (31/8/2026), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 1.874 titik panas yang tersebar luas di sejumlah provinsi.
Ribuan titik panas tersebut didominasi oleh wilayah bagian selatan Sumatra. Tingkat sebaran ini menjadi indikator penting bagi instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Sebaran Titik Panas Sumatra
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Indah DN, menjelaskan bahwa angka kemunculan tertinggi terpantau berada di Provinsi Sumatra Selatan, yang melampaui seribu titik.
"Jumlah hotspot tertinggi terpantau di Sumatra Selatan sebanyak 1.019 titik, disusul Bangka Belitung 332 titik, Lampung 121 titik, Aceh 119 titik, dan Sumatra Utara 93 titik," urainya.
Selain provinsi-provinsi tersebut, titik panas juga terdeteksi di Jambi sebanyak 85 titik, Bengkulu 18 titik, Sumatra Barat 15 titik, dan Kepulauan Riau mencapai 10 titik.
Kondisi Fluktuatif di Wilayah Riau
Sementara itu, jumlah hotspot di wilayah Provinsi Riau tercatat sebanyak 62 titik pada hari yang sama. Angka tersebut mengalami sedikit kenaikan jika dikomparasikan dengan data kemarin yang berada di kisaran 47 titik, meski trennya turun drastis dibanding pekan lalu.
Untuk detail sebarannya, BMKG mencatat kemunculan titik panas di lima kabupaten dengan rincian sebagai berikut:
"Indragiri Hilir menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak di Riau dengan 49 titik, atau sekitar 79 persen dari total titik panas yang terpantau di provinsi tersebut," pungkas Indah DN menutup penjelasannya. ***