PEKANBARU - Minimnya curah hujan di Provinsi Riau berdampak langsung pada kemunculan titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak 23 titik panas yang tersebar di enam kabupaten/kota pada Rabu (12/8/2026).

Kemunculan puluhan titik panas ini sejalan dengan kondisi cuaca Riau yang diprakirakan cerah berawan dan nihil potensi hujan sepanjang hari, ditambah dengan suhu udara yang cukup terik mencapai 34 derajat Celsius.

Sebaran Titik Panas Terbanyak

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy, merinci sebaran titik panas yang terpantau melalui citra satelit. Kabupaten Indragiri Hulu mendominasi temuan hari ini dengan jumlah titik panas mencapai angka belasan.

"Untuk hari sebaran hotspot berada di beberapa wilayah yaitu di Indragiri Hulu 12 titik, Indragiri Hilir 6 titik, Siak 2 titik dan Kampar, Pelalawan serta Pekanbaru masing-masing 1 titik," paparnya.

Distribusi titik panas ini menjadi peringatan dini bagi instansi terkait dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lingkungan, khususnya di wilayah-wilayah yang mendominasi daftar pantauan BMKG.

Faktor Cuaca Pendukung

Selain merilis data titik panas, Putri juga menjelaskan kondisi cuaca yang menjadi faktor pendukung munculnya hotspot. Suhu udara di Riau tercatat cukup tinggi, berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius, dengan kelembapan 50 hingga 98 persen.

Secara visual, cuaca Riau didominasi oleh udara kabur, cerah berawan, hingga berawan dari pagi hingga dini hari. Angin dilaporkan bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.

Di tengah meningkatnya jumlah titik panas di daratan, aktivitas di perairan Riau masih relatif stabil. Tinggi gelombang terpantau berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau berada dalam kategori rendah, dan BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk hari ini. ***