
SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Selain terbatasnya lahan, persoalan irigasi dan indek penanaman menjadi masalah serius bagi Pemkab Siak dalam upaya mewujudkan program swasembada beras pada tahun 2019 mendatang. Kendati demikian, melalui bantuan Pemerintah Pusat dan Pemprov Riau, tahun 2015 ini, Pemkab Siak fokus mengatasi persoalan irigasi dan indek penanaman ini.
Demikian disampaikan Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi saat membuka rapat konsolidasi pelaksanaan upaya khusus peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai di aula Kantor Bupati, Rabu (4/2/15).
Ikut hadir pada kesempatan itu, Dandim Bengkalis Letkol Wachyu, kepala SKPD terkait pertanian, kepala BPS, Camat Bunga Raya, Sabak Auh, Sungai Mandau dan Sungai Apit, PPL, POPL serta 275 petani di Siak.
"Tahun ini kita fokus membenahi irigasi yang rusak, kemudian indek penanaman. Kalau irigasi sudah bagus, nanti ditargetkan bisa 3 kali tanam setahun. Saya mengajak semua petani di Siak agar tetap fokus, jangan adalagi alih fungsi lahan, semua keluhan petani akan kita sikapi," kata Syamsuar, usai membuka kegiatan itu kepada GoRiau.com.
Dijelaskan Bupati, saat ini terdapat 4.675 hektare sawah di Siak yang berada di Kecamatan Bunga Raya, Sabak Auh, Sungai Mandau dan Sungai Apit. Akibat alih fungsi lahan, sejak 10 tahun terakhir lahan pertanian terus berkurang, padahal sebelumnya mencapai 7 ribu hektare.
"Dari luas lahan yang ada saat ini, Siak hanya mampu menghasilkan beras 23.370 ton per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dibutuhkan sekitar 62 ribu ton beras per tahun. Kendala kita terbatasnya lahan, irigasi dan indek penanaman. Tahun ini, kita fokus selesaikan masalah irigasi dulu," ujarnya.
Diakui Bupati, tantangan pemerintah daerah dalam upaya memperluas lahan pertanian disebabkan sebagian besar lahan sudah dikuasai perusahaan. Namun, sesuai peraturan Menteri Kehutanan, lahan yang belum dimanfaatkan perusahaan bisa pinjam pakai.
"Saya sudah tugaskan Dinas Kehutanan dan Perkebunan untuk cek lahan yang belum dimanfaatkan perusahaan. Ini bisa kita pinjam untuk memperluas lahan pertanian. Sudah ada beberapa lokasi yang kita lihat, seperti di Teluk Lanus, Sungai Mandau dan Bungaraya," ujarnya.
Kadis Tanaman Pangan Holtikultura Kabupaten Siak, Robiati mengatakan, kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari rapat koordinasi yang dilaksanakan Pemprov Riau beberapa waktu lalu untuk mendukung program pemerintah pusat swasembada pangan tahun 2019 nanti.
"Siak merupakan salah satu daerah di Indonesia yang menerima penghargaan dari Pak Presiden yang diterima Pak Bupati akhir bulan Desember lalu terkait ketahanan pangan. Prestasi ini menjadi tantangan bagi kita untuk terus meningkatkan produksi padi di Siak," jelasnya.(nal)