DURI - Bekerjasama dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati), PT Chevron Pasifik Indonesia, menggelar lokakarya konservasi harimau dan gajah Sumatera di Pondok Oleh-oleh Duri Jalan Mawar, Kelurahan Balik Alam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Lokakarya ini menurut press rilis yang diberikan PT Chevron Pasifik Indonesia kepada GoRiau.com, Kamis (21/1/2016), bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat pada pelestarian harimau dan gajah Sumatera, serta upaya mitigasi konflik antara satwa dengan manusia di lingkungan operasi perusahaan.

Pihak-pihak yang digandeng Chevron dalam menindaklanjuti studi pengamatan dan penelitian pada tahun 2013-2015, khusus areal Hutan Talang, Kelurahan Balairaja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, meliputi Forum Harimau Kita (FHK), Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, serta perwakilan mitra kerja Chevron.

"Studi ini untuk mengkaji, serta meminimalisir potensi konflik antara manusia dengan satwa langka," ujar Community Engagement Advisor, Mering Ngo mewakili manajemen Chevron.

Jumlah populasi harimau sumatera dan gajah sumatera, terus mengalami penurunan dan terancam punah (critically endangered), terangnya. Sehingga diperlukan sinergi semua pihak untuk menyelamatkan satwa yang tersisa.

"Kita berharap, partisipasi masyarakat untuk turut aktif menjaga kelestarian lingkungan dan hutan sebagai habitat alami satwa yang terancam punah ini," ulasnya.***