PEKANBARU, GORIAU.COM- Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekanbaru, Agus Purnomo mengaku belum mengetahui berapa angka tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli lalu. Padahal, proses rekapitulasi dan penghitungan suara sudah berada di tingkat PPK.



"Oh, itu belum tahu lagi. Sebab, ini bukan kewenangan kami untuk menyampaikannya dan kami nanti dibilang berpihak ke salah satu calon lagi," jawab Agus saat ditanya berapa persentase tingkat partisipasi pemilih di Kota Pekanbaru, beberapa hari yang lalu.

Ia mengatakan, tidak menghitung angka partisipasi pemilih. Karena, itu tugasnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru. "Saya tidak ingin mencampur adukkan," tegasnya.

"Nanti, setelah KPU Kota Pekanbaru selesai pleno, baru akan ada hasilnya," lanjut Agus. Dalam Pilpres, kata Agus, pihaknya selaku pemerintah hanya membantu keterlaksanaan pemilihan. "Kami hanya membantu penyelenggara Pemilu," tambahnya.

Beberapa hari menjelang hari pemungutan suara, Kesbangpol Kota Pekanbaru gencar melaksanakan sosialisasi. Mulai dari koordinasi dengan instansi lain yang masih dibawah naungan Pemko Pekanbaru hingga menjajal pemilih perempuan. Acara tersebut dilangsungkan di Hotel Furaya Pekanbaru. Kuat dugaan, tidak sedikit anggaran yang digelontorkan untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

Namun, dari informasi GoRiau.com, angka partisipasi pemilih di Kota Pekanbaru menurun drastis dari dua Pemilu sebelumnya. Bahkan, Walikota Pekanbaru menargetkan 60 persen, sepertinya tidak terwujud. Sebab, angka partisipasi pemilih hanya mencapai sekitar 44,42 persen.

"Intinya, kami tidak punya kewenangan untuk mengumumkan tingkat partisipasi pemilih," tegas Agus menganggapi hal itu. Ia mengatakan, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin dalam meningkatkan partisipasi pemilih.(san)