JAKARTA - Kejuaraan Dunia Arung Jeram (World Rafting Championships) 2022 yang secara resmi dibuka di City Bridge Kastel Fortess, Banjaluka, Bosnia Herzegovina, Jumat (27/5/2022). Indonesia menampilkan Tim Nasional (Timnas) Arung Jeram Putri Junior U 23 dan Timnas Mater Putri di atas 40 tahun.

Skuad Garuda Muda yang beranggotakan Lista Natasya Peniwati (22), Selawati Solihin (21), Siti Nuranti (20),Wulanda Fetri Fibriayana (18), Diana Lapanda (20) dengan pelatih Aceng Supendi akan mencoba mempertahankan gelar juara dunia yang diraih di Sungai Tully, Australia 2019.

“Harapan Indonesia kembali dapat berkumandang di arena World Rafting Championsips (WRC) 2022 seperti di WRC sebelumnya di Tully River, Australia tahun 2019,” kata Dewan Pembina Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI), Amalia Yunita yang juga merupakan atlit dan kapten Timnas Master Putri Indonesia.

Tim Masters Women Indonesia yang didukung Bank BTN dan PT Timah diawaki diwakili Amalia Yunita (54), Ammy Kadarhutami (58), Fidelia Nuria (45), Rafika Sustiyani (43) dan Veronica Margaretha Catharina (59) , dengan pelatih Andi Suherli.

Kedua Timnas Arung Jeram putri ini akan mengikuti lomba Sprint di Sungai Vrbas pada 27 Mei 2022. Di sungai sama akan dilangsungkan pada 28 Mei 2022 untuk Head to Head (H2H), dan 29 Mei untuk Slalom. Kemudian pertandingan dipindah ke Sungai Tarra di Foca, Bosnia Herzegoniva untuk lomba Down River Race (DRR) pada 1 Juni 2022. Total hasil keempat disiplin lomba arung jeram ini akan didapatkan juara dunia.

WRC diselenggarakan oleh federasi arung jeram anggota International Rafting Federation (IRF). Pada tahun kompetisi berbeda secara berganti dipertandingkan antara R4 dengan R6 (enam pendayung).

Indonesia pernah menjadi tuan rumah WRC R6 pada 2015, di Sungai Citarik, Sukabumi, Jawa Barat. Pada WRC 2015, tim Indonesia mendapatkan 23 medali dari 120 medali yang diperebutkan. Sungai Citarik adalah arena candradimuka bagi pengarung junior dan kampung halaman bagi kedua pelatih Indonesia Aceng dan Andi. ***