PEKANBARU, GORIAU.COM - Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) RI melakukan rapat koordinasi dengan Pemprov Riau terkait tiga lokasi konflik di Riau yang sampai saat ini belum ada penyelesaiannya di Ruang Melati, Kantor Gubernur Riau, Kamis (6/3/2014).

Tiga lokasi tersebut antara lain konflik di Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar antara PT Perusahaan Negara (PTPN) V dengan masyarakat adat sekitar. Dimana lahan seluar 2.800 hektar yang dikelola perusahaan ingin direbut kembali oleh masyarakat.

Kemudian yang kedua, Konflik lahan antara PT Palma dengan warga di Sungai Erang, Desa Pancur, Kecamatan Keritang, Indragiri Hilir (Inhil) yang berbatasan dengan Desa Penyaguan, Kecamatan Batanggansal, Indragiri Hulu (Inhu) yang tak kunjung usai.

Akibat penguasaan lahan itu telah terjadi konflik antara masyarakat dengan perusahaan yang berakhir bentrok dan pertumpahan darah antara pekerja PT Palma Satu dan warga desa yang juga menguasai lahan tersebut.

Sementara konflik yang ketiga adalah PT Ciliandra yang berada di Kabupaten Kampar diduga melakukan perambahan kawasan hutan dan mengalihfungsikannya menjadi lahan perkebunan tanpa izin menteri. Bahkan, perusahaan diduga telah menyerobot kawasan hutan lindung.

Sebagai tindak lanjut perubahan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 2 tahun 2013 menjadi Inpres nomor 1 tahun 2014 tentang rencana aksi penanganan gangguan keamanan dalam negeri.

"Jadi ada beberapa potensi konflik di Riau yang sudah menjadi agenda penyelesaian di tingkat nasional," kata Kepala Kesbangpolinmas Provinsi Riau, Rizka Utama, Kamis (6/3/2014).

Hadir dalam pertemuan tersebut beberapa perwakilan dari Kemenko Polhukam, salah satunya Deputi V, Irjen Pol Bambang Suparno. Rapat tersebut juga dihadir Forkompimda.

Dilanjutkannya, Pemprov Riau terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk penyelesaian konflik di tiga lokasi tersebut. "Jadi untuk tiga konflik tersebut penyelesaiannya sudah di tingkat pusat. Karena konflik ini sudah menjadi konflik nasional," sambung Rizka.***