
DURI - Memasuki musim kemarau awal tahun ini, frekuensi air yang dialirkan PDAM Duri kepada pelanggannya jauh berkurang, mulai dari 50-60 liter perdetik. Hal itu dikarenakan debit air dari sungai Rangau juga mulai menurun drastis dikarenakan cuaca.
"Kami mohon maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan pendistribusian air ini. Namun demikian, kita tetap berlakukan rata pendistribusian dengan mengatur frekuensi yang sama kepada seluruh pelanggan hingga ke Sebanga," kata Kepala Cabang PDAM Duri, Darwin Ginting saat dikonfirmasi GoRiau.com (GoNews Grup), Rabu (11/1/2017) diruang kerjanya.
Mantan Staf PDAM Langkat Medan ini juga mengatakan, tunggakan pelanggan dalam 3 bulan terakhir mencapai Rp 2 miliar. Pelanggan yang masuk dalam daftar menunggak tersebut juga sudah menerima surat teguran dari pihak PDAM untuk melakukan pelunasan, untuk menghindari pemutusan distribusi air.
"Jadi yang sudah menerima surat teguran ini merespon dan membayar tunggakan dengan mencicil, masih bisa di toleransi oleh pihak PDAM. Mengingat air menjadi sumber kehidupan juga bagi kita semua," ujarnya lagi.
Tingginya tunggakan tersebut, katanya lagi, paling banyak terjadi di pelanggan Sebanga. Dan itu pun dengan beberapa faktor penyebabnya. Mulai dari meteran yang sudah tidak layak hingga jalur distribusi yang cukup jauh.
"Rata-rata yang menjadi alasan utamanya adalah air yang mereka terima sedikit dan kecil, tidak seperti yang diharapkan. Dan mereka yang menunggak itu untuk tagihan 3 bulan terakhir ini," bebernya lagi.
Mengenai total pelanggan sampai saat ini, kata Darwin mencapai 7.743 pelanggan. Tunggakan pelanggan itu bersumber dari 3.500 pelanggan yang ada.
"Dana lagi meteran PDAM ini sudah sepantasnya di ganti dengan yang baru karena tidak layak. Sejak 1998 sampai sekarang masih memakai meteran yang sama. Kita sudah usulkan ke Bengkalis untuk penggantian meteran ini," tutupnya. *** #BENGKALIS