BAGANSIAPIAPI – Kepala Puskesmas Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, NS. Nurhayati, S.Kep, memastikan tidak ada kasus baru pengidap HIV/AIDS di wilayahnya setelah dilakukan pemeriksaan dan pemantauan rutin.

"Sebagai daerah persinggahan dan pelabuhan, kami secara rutin melakukan pemantauan serta pemeriksaan kesehatan terhadap penyakit menular seperti HIV/AIDS dan sifilis," ujar Nurhayati, Jumat (21/2/2025).

Ia menegaskan bahwa hingga pemeriksaan terakhir pada Selasa (18/2/2025), tidak ditemukan kasus baru HIV/AIDS di Panipahan.

Puskesmas Panipahan sering menerima pasien dari luar daerah, bahkan dari luar provinsi, yang datang berobat. "Biasanya, ada ABK kapal yang sakit saat melaut atau bersandar, sehingga mereka datang ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan. Banyak dari mereka berasal dari luar daerah," jelas Nurhayati.

Namun, ia mengakui bahwa beberapa pasien tidak membawa identitas resmi saat berobat. "Sebagian datang tanpa membawa kartu identitas, hanya ingin mendapatkan pelayanan kesehatan," tambahnya.

Sebagai puskesmas rawat inap, Puskesmas Panipahan sering menerima nelayan dari Asahan dan Labuhan Batu, Sumatera Utara, yang bersandar di pesisir Rokan Hilir.

Untuk mencegah penyebaran penyakit menular, pihaknya terus menyosialisasikan pentingnya pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat. "Jika merasa sakit atau demam, segera datang ke Puskesmas atau Puskesmas Pembantu agar mendapatkan penanganan medis yang baik," imbau Nurhayati.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat, terutama bagi masyarakat pesisir yang masih bergantung pada air tadah hujan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit seperti demam berdarah dan malaria akibat nyamuk Aedes aegypti. ***