
PEKANBARU, GORIAU.COM - Ranjau paku sejak beberapa hari belakangan mulai marak di Kota Pekanbaru. Akibatnya terror 'ranjau paku' ini mulai membuat resah pada masyarakat pengguna jalan raya.
Rizal, salah seorang warga, Sukajadi, Pekanbaru, mengaku sangat kesal karena menjadi salah satu korban ranjau paku yang ditebarkan di beberapa ruas jalan di Kota Pekanbaru.
Kepada GoRiau.com, Jumat (18/10/2013) malam, ketika ditemui di jalan Achmad Dahlan, Pekanbaru, Rizal mengaku saat itu dia hendak ke tune hotel menemui keluarganya yang baru saja tiba dari Siak. Tiba-tiba, Ia merasa motornya bocor sesaat sebelum sampai ke Simpang Pangeran Hidayat-Sudirman.
"Saya merasa ban motor bocor, tiba-tiba langsung ketemu penambal ban tidak jauh dari simpang pangeran Hidayat, lalu saya berhenti," ungkap Rizal kepada GoRiau.com.
Ditambahkan Rizal, awalnya Ia tidak curiga atas kebocoran ban motor itu. Namun menurutnya lagi, ketika Ia melihat penyebab ban itu bocor, Ia menemukan ada sebatang besi kecil (mirip besi yang digunakan untuk mengembangkan payung) sepanjang 2 inch menancap di ban motornya.
"Waktu saya menemukan penyebab ban itu bocor saya mulai curiga. Ditambah lagi ada dua motor yang mengalami nasib serupa dan mereka menambalnya," tambah Rizal.
Merasa curiga, dengan perasaan marah Rizal membatalkan menambal ban motornya dan langsung membawa pulang.
"Bukan mau menuduh, tapi aneh saja rasanya, di jalan Sudirman yang mulus itu terdapat besi-besi kecil terpotong yang sewaktu-waktu bisa mengganggu pengguna jalan. Saya yakin ban dalam itu sudah rusak berat makanya tidak saya tambal, saya curiga sama penambal ban itu. Jangan-jangan ada kaitannya," ketus Rizal lagi.
Rizal juga berharap pihak kepolisian bisa menyelesaikan terror ranjau paku ini dan memberikan hukuman yang berat kepada mereka yang terbukti melakukannya agar memberikan efek jera.
Memang akhir-akhir ini sering terlihat polisi menyisiri ruas jalan di Kota Pekanbaru menggunakan mobil magnet untuk mencari paku-paku yang ditebarkan oleh manusia-manusia yang tidak bertanggungjawab.(nti)