PEKANBARU – Kemunculan satwa liar berbahaya di kawasan permukiman semakin sering dilaporkan oleh masyarakat. Sepanjang pertengahan tahun ini, tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru mencatat telah berhasil mengevakuasi sebanyak 72 ekor ular yang menyusup masuk ke dalam rumah maupun lingkungan tempat tinggal warga.

Kepala DPKP Kota Pekanbaru, Zarman Candra membeberkan bahwa jenis reptil yang dievakuasi sangat beragam, mulai dari ular piton yang berukuran besar hingga ular kobra yang dikenal memiliki bisa mematikan. Mengingat tingginya risiko keselamatan, ia meminta masyarakat untuk tidak mengambil tindakan gegabah saat berhadapan dengan hewan melata tersebut.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan menangkap ular ketika mendapati ada ular masuk ke dalam rumah. Segera hubungi petugas DPKP agar penanganannya dilakukan secara aman," tegas Zarman, Kamis (6/8/2026).

Lonjakan temuan satwa ini, yang sempat memuncak selama periode bulan Juni, mengindikasikan tingginya interaksi antara habitat alami hewan dengan area permukiman. Kondisi ini banyak terjadi pada kompleks perumahan yang berbatasan langsung dengan area semak belukar, lahan kosong, atau kawasan rawa yang kerap menjadi sarang reptil.

Selain ular, petugas DPKP di lapangan juga cukup intens menerima panggilan darurat terkait keberadaan biawak. Tercatat, tim penyelamatan telah menuntaskan 23 kali operasi evakuasi biawak dari berbagai titik lokasi di Kota Pekanbaru.

Aksi Penyelamatan Non-Kebakaran

Zarman menerangkan lebih lanjut bahwa tugas pokok dan fungsi penyelamatan (rescue) yang diemban instansinya tidak semata-mata mengurus ancaman reptil. Petugas pemadam kebakaran turut siaga menangani berbagai jenis satwa lain yang berpotensi membahayakan dan mengganggu aktivitas warga, seperti penanganan sarang lebah, tawon, musang, anjing, hingga menyelamatkan kucing peliharaan yang terjebak.

Menariknya, jangkauan operasi tim DPKP di lapangan sering kali menyentuh masalah darurat harian warga yang bersifat non-kebakaran dan sama sekali tidak melibatkan satwa.

"Tim kami juga sering membantu berbagai penyelamatan nonkebakaran, seperti pelepasan kunci atau gembok, membuka pintu rumah yang terkunci, mengambil telepon seluler yang jatuh ke parit, hingga mengevakuasi sepatu yang tersangkut di balkon," urainya.

Layanan darurat tersebut juga mencakup bantuan teknis kelalulintasan, seperti membantu proses evakuasi kendaraan roda empat yang terperosok atau terjebak di lokasi-lokasi sulit yang membutuhkan peralatan khusus.

Di akhir penjelasannya, Zarman memastikan seluruh layanan penyelamatan dari DPKP ini sepenuhnya terbuka dan tersedia untuk masyarakat Kota Pekanbaru. Warga dapat langsung menghubungi pusat panggilan darurat sewaktu-waktu ketika dihadapkan pada situasi yang memerlukan penanganan taktis dan cepat. ***