BAGANSIAPIAPI – Satu unit rumah panggung semi permanen milik seorang warga bernama Upik di Jalan Pembangunan, RT 02 Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko, Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, ludes dilalap si jago merah. Insiden kebakaran ini terjadi dini hari, Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 00.10 WIB.

Warga sekitar awalnya dikejutkan dengan kepulan asap tebal yang membumbung tinggi ke udara. Saat didekati, kobaran api ternyata sudah membesar dan melahap bangunan tersebut. Warga setempat langsung berdatangan untuk membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Tidak lama berselang, tiga unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir beserta 20 personel tiba di lokasi. Petugas Damkar dibantu warga sekitar langsung berjibaku memadamkan kobaran api agar tidak merambat ke permukiman lainnya.

Akses Damkar Terhambat Kendaraan Warga

Dalam proses penanganan darurat ini, armada Damkar sempat mengalami kendala saat menuju tempat kejadian perkara (TKP). Selain kondisi jalan masuk yang sempit, deretan sepeda motor milik warga yang terparkir sembarangan di sisi kiri dan kanan jalan turut menghambat akses armada. Kondisi ini sempat dikeluhkan oleh para petugas saat berusaha mendekati titik api.

Terkait penanganan lebih lanjut, Kapolsek Bangko, AKP Asian melalui Kanit Reskrim Polsek Bangko, Iptu Nober Sinaga memastikan bahwa jajarannya langsung turun ke lokasi begitu menerima informasi kejadian.

"Personel Polsek Bangko bersama warga setempat turut bersama-sama memadamkan api, kita juga mengamankan lokasi kebakaran," jelas Iptu Nober Sinaga.

Ia menyebutkan bahwa pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan awal untuk mencari tahu penyebab pasti munculnya kobaran api.

"Asal api masih dalam penyelidikan, begitu juga dengan jumlah kerugian yang dialami pemilik rumah tersebut," terangnya.

Lebih lanjut, Iptu Nober mengingatkan warga sekitar agar lebih berhati-hati dan menjaga lingkungan mengingat kondisi cuaca saat ini. "Mari kita tingkatkan kewaspadaan dalam kondisi kemarau saat ini karena rawan kebakaran," imbaunya.

Berdasarkan informasi di lapangan, musibah ini berlangsung sangat cepat sehingga pemilik rumah tidak sempat menyelamatkan harta bendanya. Seluruh perabotan ludes terbakar dan hanya menyisakan pakaian yang melekat di badan, dengan taksiran kerugian mencapai ratusan juta rupiah. ***