
DURI, GORIAU.COM - Sebulan sudah kabut asap terjadi di Provinsi Riau, khususnya di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Kabut asap pekat pun dirasakan masyarakat sekitar dua pekan belakangan ini. Kabut asap tidak hanya menggangu kesehatan anak-anak hingga manula. Ternyata kabut asap juga mengakibatkan terganggunya psikologis anak.
"Yang dimaksud mengganggu psikologis anak, yaitu kabut asap telah melanggar hak anak," ungkap Ketua Dewan Pembina Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, Seto Mulyadi yang dikenal dengan panggilan Kak Seto saat dimintai tanggapannya terkait kabut asap kepada GoRiau.com, Selasa (8/9/2015).
Secara psikologis, anak akan menjadi stres dengan adanya kabut asap ini, jelasnya. Dimana anak-anak kehilangan haknya untuk bermain diluar rumah, mengikuti kegiatan belajar di sekolah dan berada diluar rumah menghirup udara yang sehat.
"Ketika anak-anak tidak bisa bebas secara positif akan berdampak buruh bagi tumbuh kembang anak. Apalagi kabut asap ini jika dihirup dalam jangka waktu yang lama berakibat fatal bagi kesehatan anak," ulasnya.
Ia mengapresiasi dengan penyelesaian kabut asap yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Indonesia, khususnya Riau. Tanpa adanya penyelesaian yang serius dari Pemerintah Pusat dan Daerah, kabut asap akan terus terjadi saat musim kemarau.
"Saat ini tidak ada kejelasan, kapan kabut asap yang terjadi di Riau akan berkahir. Pemerintah pun harus berupaya menyediakan ruang bagi anak-anak untuk bisa bermain," katanya.
Ia pun meminta Pemerintah Pusat dan Daerah lebih serius dalam penanganan kabut asap di Riau.
"Pelakunya sanksi pidana yang keras," tutup Kak Seto seraya mengatakan kepada GoRiau.com akan ada pertemuan dengan mantan Panglima TNI Jenderal (TNI) Moeldoko.(ric)