PEKANBARU, GORIAU.COM - Seorang waria terlibat aksi kejar-kejaran dengan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Riau, Selasa (8/9/2015) sore. Waria dengan panggilan 'emak' ini ngacir saat anggota BNN merazia kosnya di kawasan Jalan Nurul Ikhlas, Rintis, Pekanbaru Riau.

Saat petugas tiba, Emak yang tampak menggunakan handuk di pinggang ini langsung kabur lewat dapur, lalu bersembunyi di gudang. Awalnya petugas sempat terkecoh dan nyaris tidak menemukan dia. Namun setelah digeledah, si Emak akhirnya tertangkap saat bersembunyi di gudang belakang.

"Uh sumpah demi tuhan bang, nggak ngedarin, cuma pakai iya. Aku tu kabur karena takut aja, soalnya rame-rame begini, kirain ada apa," sebut Emak saat diintrogasi petugas BNN. Di kos ini, petugas mendapatkan pipet yang diduga dipakai untuk alat hisap sabu.

Di kos kawasan ini, BNN Riau menjaring tiga wanita cantik yang keseharian bekerja di hiburan malam MP International Club, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Selain dia, si Emak juga diangkut karena positif narkoba.

Sementara di wisma Dwi Dharma Jalan Nenas yang dirazia sebelumnya, BNN Riau juga mengamankan seorang pria paruh baya berumur 50 tahun. Di dalam kamar 06 yang ditempatinya, anggota menemukan berbagai alat hisap sabu. Pria bernama Rio itu bahkan sempat mengamuk hebat kepada petugas, lantaran merasa terganggu.

"Ini apa ramai-ramai. Saya sedang tidur diganggu. Emang saya teroris. Saya memang makai (narkoba) tapi enam bulan lalu. Kenapa razianya sekarang. Tembak aja saya sekalian," alibinya untuk menghindari pemeriksaan petugas. Meski begitu, Rio tak bisa mengelak lagi karena urinenya positif, dan ditemukan pula alat hisap. (had)