
DURI - Meski harga cabai rawit di Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau tidak mengalami lonjakan yang begitu dahsyat seperti di daerah Jawa dan sekitarnya, masyarakat tetap berinisiatif untuk menjalankan himbauan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, agar masyarakat menanam cabe di pekarangan rumah masing-masing.
Seperti yang dilakukan Erwanto, warga Simpang Padang, Kecamatan Mandau ini. Dikatakannya, walaupun dampak kenaikan harga cabe rawit ini tidak sampai ke wilayah Duri, ia dan keluarganya berinisiatif menanam cabe rawit dari sekarang.
Ada sekitar 50 an polibet di pekarangan rumahnya yang ditanam bibit cabe rawit ini. Bahkan ada yang sudah mulai berbuah dan bisa di petik untuk dikonsumsi sehari-hari bahkan bisa juga dijual kepada tetangga sekitar.
"Harga cabe di Duri masih terkendali, tapi ini persiapan jika harga cabe rawit melonjak naik. Kan sesuai dengan himbauan Menteri Perdagangan, masyarakat dianjurkan menanam cabe dipekarangan rumah masing-masing. Sekarang sudah hampir 50 an bibit yang saya tanam, dan sebagian sudah bisa dipetik," ujar Erwanto saat dikonfirmasi GoRiau.com (GoNews Grup), Senin (9/1/2016).
Menurut Erwanto, tanam sendiri cabe ini merupakan solusi yang tepat agar masyarakat tetap bisa menikmati cabe seperti sebelumnya tanpa harus mengurangi takarannya karena harga mahal.
"Orang Sumatera ini terbiasa makan pedas, kalau ga pedas serasa makan. Makanya himbauan Menteri ini memang patut kita Jalankan. Baiknya juga buat kita sendiri kok, jadi kenapa tidak kita Jalankan," katanya lagi.
Soal menanam cabe ini juga terlalu rumit. Masyarakat tidak perlu harus memiliki lahan kosong yang luas. Untuk masyarakat yang memiliki pekarangan sempit bisa menanam dengan polibet.
"Menanam di polibet itu salah satu cara yang praktis. Dan ini juga bukan pertama kali saya lakukan. Alhamdulillah, hasilnya bagus dan bisa dimanfaatkan untuk sehari-hari. Beberapa teman saya juga mencoba metode yang saya lakukan ini," tutupnya. *** #BENGKALIS