TELUKKUANTAN, GORIAU.COM - Keberadaan Satuan Tugas (Satgas) Anti Pilkada Curang yang dibentuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau menjadi perhatian khusus pemerintah. Mengingat, Kuansing memiliki catatan kelam dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

"Kita apresiasi keinginan masyarakat berpartisipasi dalam mengawal Pilkada ini. Tentu, harus sesuai dengan prosedur yang ditetapkan undang-undang," ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kuansing, Linskar kepada GoRiau.com, Selasa (10/11/2015) di ruang kerjanya.

Sebagai instansi pemerintah yang bertugas membina Partai Politik (Parpol), pihaknya selalu berupaya agar tidak terjadi gesekan di masyarakat, baik antara Parpol maupun masing-masing tim sukses.

"Jika ada masyarakat yang ingin berpartisipasi, silahkan penuhi kriteria yang ditetapkan Peraturan KPU nomor 5 tahun 2015. Di sana jelas bagaiman mekanisme pengawasan dan cara kerjanya," tutur Linskar.

Berkaitan dengan Satgas Anti Pilkada Curang yang dibentuk PDIP Kuansing, Kesbangpol belum mengetahui. Sebab, hingga saat ini organisasi tersebut tidak terdaftar di Kesbangpol.

"Sampai saat ini, mereka tidak mendaftar ke Kesbang. Jika mereka sebuah organisasi, sebaiknya mendaftar ke Kesbang, biar kita tahu organisasi ini apa, bergerak dalam bidang apa," ujar Linskar.

Sebagai Desk Pilkada, Kesbangpol selalu memantau pelaksanaan Pilkada Kuansing. Ia menilai, Satgas Anti Pilkada merupakan organisasi liar.

"Sepanjang tidak mendaftar di lembaga terkait, berarti ini jelas organisasi liar," tegas Linskar.

Menurutnya, jika Satgas yang dibentuk PDIP untuk internal, pasti tidak akan menimbulkan masalah. Namun, ketika organisasi ini bekerja untuk memata-matai kandidat lain, tentu akan terjadi gesekan.

"Apalagi, kalau mereka datang dengan atribut Parpol, jelas akan mengundang gesekan," kata Linskar.

Untuk itu, ia berharap penyelenggara Pilkada menertibkan organisasi yang bisa merusak Pilkada Kuansing. "Untuk kandidat dan partai pengusung, supaya bisa saling menahan diri agar Pilkada berjalan damai dan sukses," tutupnya.***