SIAK SRI INDRAPURA - Aplikasi Sistem keuangan desa (Siskeudes) sudah diterapkan Pemkab Siaks sejak 2017 lalu dengan tujuan tata kelola keuangan dapat dipertanggungjawabkan sesuai peruntukannya.

"Siskeudes ini telah diterapkan 2017 dan tahun 2018 dilengkapi dengan sistem OMSPAN. Dengan adanya ini, tata kelola keuangan kampung secara efektif dan efisien," Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Siak, Yurnalis kepada wartawan, Senin (2/12/2019).

Siskeudes ini, menurut Yurnalis, dapat menangkal parat kampung bermasalah dengan hukum. Sebab proses pengelolaan keuangan‎nya dapat dipertanggungjawabkan akuntabilitasnya.

“Jika Pemerintah Kampung dapat menyelenggarakan tata kelola pemerintahannya dengan baik dan akuntabel. Persoalan hukum yang mungkin terjadi dapat dihindari," kata Yurnalis usai acara workshop di kantor Bupati Siak.

Diakui Yurnalis, banyak kepala desa yang takut menggunakan dana desa untuk hal-hal di luar pembangunan infrastruktur, padahal pemerintah saat ini tengah mendorong desa agar mandiri secara finansial.

"Kita harapkan kepala desa agar tidak takut menggunakan dana desa untuk mewujudkan ide-ide kreatif," ujarnya lagi.

Terkait aplikasi Siskeudes tadi juga sudah diupgrade untuk tahun 2020. Ada penambahan sejumlah fitur yang semakin memudahkan pemerintah kampung dalam proses pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan di kampung.

Untuk itu dirinya menyambut baik apa yang telah dilakukan oleh pihak BPKP dan para narasumber dalam rangka sosialisasi aplikasi sistem keuangan desa yang terbaru.

Masalah jaringan menjadi kendala pada masing-masing kampung, untuk itu Yurnalis menyampaikan agar menggunakan aplikasi tersebut pada waktu-waktu yang tidak sibuk, seperti pada malam hari. ***