SIAK SRI INDRAPURA - Pemerintah pusat sangat memperhatikan perkembangan pembangunan desa. Setiap tahun melalui APBN setiap desa menerima dana desa. Tahun 2019 ini saja Rp146,66 miliar digelontorkan Pemerintah pusat untuk 122 kampung di Kabupaten Siak. Sayangnya, penghulu takut mempergunakan dana desa tersebut untuk selain infrastruktur.

Seperti yang diakui oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Siak, Yurnalis. Dikatakannya, banyak kepala desa yang takut menggunakan dana desa untuk hal-hal di luar pembangunan infrastruktur.

"Padahal pemerintah saat ini tengah mendorong desa agar mandiri secara finansial. Kita harapkan kepala desa agar tidak takut menggunakan dana desa untuk mewujudkan ide-ide kreatif," ujarnya lagi.

Bupati Siak Alfedri saat membuka acara ‘Workshop Evaluasi Implementasi Sistem Tata Kelola Keuangan Desa Dengan Aplikasi Siskeudes Versi 2.0.2 di Kabupaten Siak Tahun 2019 juga menyampaikan hal yang senada.

Ia bahkan memberikan pencerahan bagi seluruh penghulu dan Kepala Urusan Kampung (Kaur) se Kabupaten Siak agar dapat memanfaatkan dana desa yang telah diberikan itu.

"Perangkat kampung di Kabupaten Siak diharapkan mampu mengelola keuangan yang dimulai dari perencanaan, penatausahaan, pelaporan hingga pertanggungjawaban dana desa secara transparan dan akuntabel melalui aplikasi Siskeudes ini," kata Bupati.

Para pejabat Kampung juga mendapat pencerahan dan Bimbingan secara langsung dari Komisi XI DPR RI, BPKP RI, Kemendageri dan BPK RI.

"Peran pemerintah kampung ini harus bisa berjalan dengan baik sesuai dengan harapan dan amanah UU nomor 6 tahun 2014 tentang desa. Bahwa pemerintah desa diberikan peran yang luas untuk melaksanakan roda pemerintahan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya lagi. ***