
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Meski titik api tidak ada lagi akibat diguyur hujan beberapa hari belakangan, Camat Tebing Tinggi Timur (3T) Helfandi SE MSi mengaku masih khawatir. Sebab, tebal gambut di 3T mencapai 4 meter dan dikhawatirkan api kembali akan muncul.
Helfandi ketika dihubungi GoRiau.com, Jumat (21/3/2014) mengatakan sejak terjadi Karhutla dua bulan belakangan setidaknya luas lahan yang terbakar mencapai 5.500 Ha, dimana 2.200 Ha merupakan HTI Sagu milik PT NSP, dan sisanya untuk masyarakat di 10 Desa.
Meski titik api sampai Jumat pagi tidak lagi ditemukan, kata Helfandi lagi tim siaga Karhutla yang dibentuk oleh desa yang terdiri dari 10 orang perdusun, serta tim Karhutla dari kecamatan tetap disiagakan.
"Jika sewaktu-waktu api muncul lagi, kita sudah siap melakukan action ke lapangan," katanya menjawab GoRiau.com.
Selain tim yang dibentuk dari desa hingga kecamatan, tambah Helfandi, ada satu unit Helycopter yang standby di Heliped PT NSP untuk terus memantau melalui udara dan akan melakukan bom air jika ditemukan titik api.
Meski tenaga manusia dan helycopter telah siaga, Helfandi juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Tebingtinggi Timur untuk selalu waspada, walaupun api sudah padam. Pemilik kebun diminta untuk selalu melihat ke lokasi kebunnya. Helfandi mengaku khawatir api tiba-tiba muncul sebab, ketebalan gambut di 3T mencapai 4 meter.
"Kita minta mereka jangan merasa tidak mawas diri, walupun sudah terkena hujaan, bukan berarti serta merta api padam, karena api di lahan gambut apa lagi gambut kita yang hampir 4 meter terkadang dipermukaan apinya padam, dibawah masih nyala. Takutnya setelah 3 atau 4 hari bisa muncul api lagi, jadi masyarakat yang mempunyai kebun harus selalu melihat kebunnya," tambahnya lagi.(zal)