JAKARTA – Kompleks Parlemen Senayan kini mulai melakukan "diet" anggaran secara ketat. Sekretariat Jenderal DPR RI resmi memberlakukan rangkaian kebijakan efisiensi mulai dari pemadaman listrik terjadwal hingga penerapan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) setiap hari Jumat.

Sekjen DPR, Indra Iskandar mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan komitmen nyata untuk menjaga akuntabilitas anggaran negara di tengah fluktuasi kondisi dunia. Salah satu target utamanya adalah penghematan biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) kendaraan dinas yang diproyeksikan mencapai Rp 1,5 miliar dalam setahun.

"Kalau hari Jumat kita terapkan WFH, maka bus jemputan tidak perlu beroperasi. Ini tentu menjadi potensi efisiensi yang cukup besar," ujar Indra dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).

Selain urusan bahan bakar, pengaturan penggunaan listrik di Gedung DPR kini menjadi lebih ketat. Indra menyoroti anomali penggunaan listrik yang tetap tinggi di malam hari, padahal jumlah pegawai yang lembur tergolong sedikit. Akibatnya, fasilitas seperti lift tetap aktif tanpa penggunaan yang optimal.

"Mulai hari ini kita lakukan pengaturan yang lebih ketat. Mulai pukul 18.00 WIB, gedung DPR melakukan pemadaman listrik secara terjadwal," jelasnya.

Tak hanya fasilitas gedung, "meja rapat" para wakil rakyat pun terkena imbas. Jamuan atau konsumsi untuk rapat-rapat singkat kini ditiadakan. Sementara itu, perjalanan dinas yang tidak mendesak mulai dipangkas dan diarahkan untuk beralih ke pertemuan virtual.

"Untuk kegiatan yang memiliki urgensi tinggi seperti pembahasan RUU tetap kita fasilitasi. Namun yang bisa dilakukan secara daring, akan kita dorong secara virtual," tambah Indra.

Meski ikat pinggang mulai dikencangkan, Indra menjamin bahwa kualitas pelayanan terhadap pimpinan dan anggota Dewan tidak akan melorot. Dukungan terhadap kinerja legislasi tetap menjadi prioritas utama, terutama untuk rapat-rapat strategis yang menyangkut kepentingan rakyat.

Menurutnya, dinamika rapat di DPR sangat tinggi dan tidak bisa dibatasi secara kaku oleh waktu. Efisiensi ini murni menyasar pada tata kelola operasional kantor agar lebih tepat sasaran dan hemat energi.***