SIAK SRI INDRAPURA - Sebagai daerah yang selalu menjunjung tinggi agama islam dan budaya Melayu, Kabupaten Siak selalu menerapkan tindak-tanduk yang bernuansa islami. Bahkan, untuk menangkal pengaruh negatif yang masuk, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Siak memiliki peran yang besar untuk mengawal perjalanan umat islam menuju baldatun thayyibatun warabbun ghafur.

Munculnya isu Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) yang menjadi perbincangan banyak kalangan ini pun menyedot perhatian MUI Siak. Sebagai organisasi ulama waratsatul anbiya, MUI Siak bertekad menangkal segala bengaruh negatif yang mengancam generasi muda di Siak, seperti halnya LGBT tersebut.

Melalui program silahturahmi dan orientasi bersama remaja Islam (Stroberi), MUI Siak merangkul generasi muda untuk mendalami agama islam dan menerapkan isi dari kandungan al quran sebagai pedoman hidup.

"Kita sosialisasi ke setiap kecamatan di Siak, contohnya melalui program Stroberi kemarin lalu. Remaja di Siak ini kita beri pemahaman mana yang sesuai ajaran agama dan mana yang dilarang oleh agamanya," jelas Ketua MUI Siak, KH Sofwan Saleh, Selasa (23/2/2016) di Siak.

Sambungnya, Stoberi telah dilaksanakan di 10 kecamatan yang ada Siak, kemudian menyusul 4 kecamatan lagi. Disitulah, remaja yang dinilai rentan terpengaruh segala hal-hal baru diingatkan dan diberi wejangan.

"Tanpa difatwakan pun LGBT ini sudah dilarang oleh agama. Seperti kisah Nabi Luth, kaum yang menyimpang (LGBT) dibenamkan dalam lautan. Jangan kita dekati hal-hal yang sudah dilarang oleh agama," ungkapnya lagi.

Untuk diketahui, LGBT telah dilarang sesuai Fatwa MUI Nomor 57 Tahun 2014 tentang pengharaman segala aktivitas lesbian, gay, sodomi dan pencabulan. ***