
JAKARTA, GORIAU.COM - Tampil di acara Festival Pangan Sagu Nusantara di Senayan Jakarta, Dinas Perkebunan Kabupaten Sorong Selatan memperkenalkan pengolahan sagu secara tradisional yang disebut dengan nama Nani.
Pantauan GoRiau.com di stand Dinas Pertanian Sorong Selatan, Sabtu (3/5/2014) terlihat salah seorang masyarakat Sorong Selatan sedang memukul batang sagu yang telah dipotong dengan kayu yang dibentuk segitiga. "Ini namanya Nani, masyarakat di sana masih menggunakan ini untuk pengolahan secara tradisional," kata Harius Kepala Seksi Hama Penyakit Dinas Perkebunan Kabupaten Sorong. Ditambahkan Harius, masyarakat di Sorong Selatan sampai saat ini memang masih menggunakan Nani untuk pengolahan sagu. Dapat disampaikan pula, pengolahan menggunakan Nani ini, tual sagu sebelumnya dibelah. Kemudian, tual sagu yang dibelah itu dipukul-pukul menggunakan ujung kayu yang dibentuk seperti segitiga. Kemudian daging sagu yang sudah terlepas dimasukkan ke saluran yang terbuat dari dahan sagu kemudian diperas. Untuk saringan air sagu yang sudah diperas itu, menggunakan kulit kayu. Kemudian air itu kembali dialurkan ke dahan sagu untuk diendapkan. Dari air endapan inilah keluar pati sagu yang kemudian akan diolah dan dibuat kue. Selain menampilkan Nani, masyarakat Sorong Selatan juga menampilkan peralatan lain seperti jarum yang terbuat dari tulang, kue-kue dari sagu, dan ulat sagu.(zal)