PEKANBARU, GORIAU.COM - Ketidakyakinan pihak Alfamart bahwa akibat pembukaan gerainya yang hampir ke pelosok bahkan jalan-jalan kecil di Pekanbaru, menyebabkan pedagang kecil mati, menunjukkan bahwa perusahaan raksasa ini benar-benar bersifat kapitalis dan sudah ''buta mata'' kemanusiaanya.

Anggota DPRD Riau Eddy Yatim menilai pernyataan dari pimpinan Alfamart, yang meminta data dari pedagang usaha kecil yang telah mati diakibatkan beroperasinya ritel ini merupakan gambaran sikap pimpinan yang 'buta' dan kapitalis.

''Saya menilai sikap dari pimpinan Alfamart yang minta data jumlah pedagang kecil yang 'mati' merupakan kapatalis yang tidak punya kepedulian terhadap keluhan warga sekitar. Bagaimana dia bisa gampang mengatakan begitu, padahal sudah sering terjadi aksi demontrasi di Kota Pekanbaru yang menginginkan gerai Alfamart dibatasi,'' ujarnya kepada GoRiau.com, Senin (9/6/2014).

''Ini sudah jelas sikap kapitalis dan arogan. Lagi pula tuntutan masyarakat bukan menghentikan operasionalnya tetap pembatasan sehingga ada perlindungan untuk usaha kecil. Warga Pekanbaru sudah bersikap baik karena hanya menuntut pembatasan usaha bukan menutup mereka. Dan itu wajar karena tak mungkin pedagang kecil harus bertarung dengan pedagang besar, jangan biarkan yang besar memakan yang kecil,'' ujarnya.

Dengan sikap ini, tambahnya, sudah jelas bahwa pemerintah daerah tidak bisa main-main lagi terhadap Alfamart dan Indomaret, pemerintah kota Pekanbaru harus segera membatasi mereka sebelum menguasai seluruh pedagangan di daerah ini, jika tidak mereka akan menjadi raja dan kalau sudah besar mungkin juga akan melawan dengan Pemko Pekanbaru.

''Sikap kapitalisme itu, seperti juga zaman Belanda dulu. Awalnya memang diberi tempat sedikit, lama-lama akan semakin besar. Jika sudah besar, bukan hanya rakyat yang dikuasainya tetapi juga pemerintahan,'' tegasnya.

Seperti diberitakan oleh media ini, pihak Alfamart menolak pembatasan lokasi usaha dan menyatakan tidak setuju dan malah minta data akan jumlah dari pedagang usaha kecil yang 'mati' dikarena Alfamart. Hal ini disampaikannya Moriah Tobing selaku Corcom Alfamart, Minggu ketika dimintai tanggapan. ***