
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia Boeing Business Jet 2 (BBJ-2) akhirnya mendarat mulus di Pangkalan Udara TNI Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Senin (9/6/2014) pukul 09.27 Wib.
''Sebelumnya memang kita mendapat kabar bahwa Pesawat Kepresidenan RI batal ke Bandara Lanud Roesmin Nurjadin hari ini pukul 09.00 WIB, tapi beberapa menit kemudian diinformasikan bahwa pesawat jadi mendarat dan berhasil landing dengan baik pada pukul 09.27 Wib," kata Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud TNI Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Mayor Filfadri kepada pers di Pekanbaru, Senin (9/6/2014).
Tujuan kedatangan pesawat kepresidenan tersebut adalah untuk latihan navigasi udara agar saat digunakan pesawat sudah mengenal situasi dengan baik. Pada latihan ini, pesawat kepresidenan dipimpin pilot Letkol PNB Ali Gusman.
Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Kepresidenan Republik Indonesia jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ-2) tiba di tanah air sejak beberapa bulan lalu dan perawatannya ditangani oleh industri GMF AeroAsia.
Direktur GMF AeroAsia, Richard Budihadianto menyatakan pihaknya telah siap menangani perawatan Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia yang dibeli dan tiba di tanah air sejak 10 April 2014 itu.
Operasional pesawat seharga Rp840 miliar itu ditangani TNI Angkatan Udara yang menjadi catatan sejarah penting bagi republik ini.
Perawatan Pesawat Kepresidenan yang akan dilakukan oleh GMF mencakup line maintenance handling up to C-check (overhaul), perawatan ringan sampai perawatan besar.
Selain itu, GMF juga memberikan dukungan material atau suku cadang, perawatan komponen, cabin, training serta re-painting dan logo design. Menurut informasinya, program perawatan ini disesuaikan dengan karakteristik penggunaan pesawat kepresidenan lainnya.
Untuk pesawat komersial biasanya mencapai 3.000 flight hours per tahun, namun pesawat kepresidenan biasanya 300-400 jam terbang per tahun.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya telah menumpangi pesawat barunya itu bersama isteri.(fzr)