PEKANBARU, GORIAU.COM—Nardo (34) warga Kelurahan Maharatu Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru menjadi korban penusukan yang dilakukan Ade Marton. Peristiwa penusukan tersebut terjadi pada Jumat (4/7/2014) lalu.
Dalam laporan Nardo ke Polresta Pekanbaru, sekitar pukul 14.00 Wib pelaku mendatangi dirinya. Ketika berjumpa, pelaku langsung menuduh bahwa korban telah menjambret adiknya, Liza. Ade pun memaksa Nardo untuk masuk ke mobil Daihatsu Grand Max miliknya.
"Namun, saya bantah saya tak melakukan dan menolak untuk masuk," kata Nardo. Saat penolakan itulah, lanjut Nardo, tiba-tiba Ade menusuk punggung korban dengan senjata tajam jenis Sangkur.
Karena terancam, akhirnya korban mengikuti kemauan pelaku. Di dalam mobil, pelaku kembali mendesak korban untuk mengakui telah melakukan penjambretan kepada Liza. "Tak ada saya menjambret adik mu," kata Nardo.
Mendengar hal itu, pelaku semakin tersulut emosi hingga ia kembali memukul korban di bagian bibir dan kepala bagian atas. "Dia memukul saya dengan tangannya," katanya.
"Setelah itu, saya dibawa ke rumahnya. Disana saya bertemu Liza dan ia juga mendesak saya untuk mengakui bahwa saya telah menjambretnya," beber Nardo.
"Ciri-cirinya sama dengan abang menggunakan jaket hitam, helm, tinggi besar dan menggunakan sepeda motor Vega warna hitam," lanjut Nardo menirukan Liza.
Nardo yang tak pernah melakukan penjambretan terus didesak. Namun, ia bersikukuh tidak melakukan. Ia pun dibawa ke jalan Tanjung Datuk, di sini korban kembali mendapat perlakuan tidak menyenangkan.
Tidak terima dengan perlakuan itu, Nardo langsung melapor ke Mapolresta Pekanbaru, Jumat (4/7/2014) malam lalu.
Sementara, Kepala Kepolisian Resort Kota Pekanbaru Kombes Pol Robert Haryanto Wataratan SH SSos MH, melalui Kasat Reskrim Kompol Arief Fajar Satria SH Sik MH, saat dikonfirmasi
GoRiau.com, Ahad (6/7/2014) membenarkan tentang adanya kasus penganiayaan tersebut.
"Korban dalam keterangannya ditusuk dan dipukuli karena tidak mengakui perbuatannya melakukan penjambretan, dan kasus dalam penyelidikan," ujar Arief.
(san)