
PEKANBARU - Jadwal pemulangan ratusan massa penggembira HMI di Purna MTQ Pekanbaru, Provinsi Riau, nyaris menimbulkan kericuhan. Pasalnya, segelintir massa yang enggan pulang justru memprovokasi rekan lainnya, supaya turun dari bus, dan sama-sama tidak pulang.
"Kami tak akan pulang sebelum delapan orang rekan kami dibebaskan. Semua turun dari bus. Kita sama-sama datang, harus sama-sama pulang," ujar salahseorang massa dengan pengeras suara. "Kita harus kompak, satu suara kawan-kawan. Bila perlu kita tidur di jalanan, sampai mereka bebas," sambungnya.
Sikap provokasi ini yang tidak diinginkan kepolisian, sehingga aparat berusaha menenangkan mereka. "Yang tidak mau pulang silahkan tetap disini, jangan ajak kawan-kawan kalian untuk tidak pulang. Biarkan mereka memutuskan," ujar Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono.
Mendengar itu, aksi sebagian massa yang menolak pulang ini sempat mereda, namun hanya beberapa saat saja. Usai itu mereka kembali melakukan ulah dan meneriaki para penumpang agar segera turun. "Turun semua. Kita harus satu suara. Sama-sama datang, harus sama-sama pulang," lantang massa.
Melihat ini, AKBP Sugeng Putut Wicaksono langsung menghampiri mereka. Sempat terjadi adu pendapat, dimana Wakapolresta meminta agar massa diam saja, dan tidak memperngaruhi teman-teman mereka yang hendak pulang. Menanggapi itu, massa pun semakin menjadi-jadi dan bersorak-sorak.
Bahkan sikap menang sendiri dari massa asal Sulawesi tersebut hampir saja menyulut kemarahan polisi. Tak sedikit dari mereka (polisi,red) yang kesal dan geram. Beruntung hal tersebut dapat segera diantisipasi, hingga tidak menyulut kericuhan. "Sudah kalian (yang tidak ingin pulang) kesana saja, ini bus mau berangkat," kata Sugeng.
Hingga berita ini diturunkan, tampak ratusan personil kepolisian bersiaga di halaman Purna MTQ Pekanbaru. Sementara massa penggembira kongres HMI asal Sulawesi yang tak pulang ini terlihat duduk-duduk dan berkumpul. ***